Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina

Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRUPP) / People Solidarity for Palestine Liberation ( Berbasis di Yogyakarta, Indonesia.

Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRUPP) adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung pembebasan Palestina yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.

26/09/2025
Jangan lupa Ikuti *“Palestinian Days”* yang diselenggarakan oleh *Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)*...
28/10/2018

Jangan lupa Ikuti *“Palestinian Days”* yang diselenggarakan oleh *Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)* yang akan diselenggarakan pada *Sabtu-Minggu, 10-11 November 2018.*

Dengan materi:
1. Israel: Negara Pembajak
a. Imperialisme dan Zionisme
b. Pembajakan Palestina
c. Perjuangan Pembebasan Palestina
2. Nonton dan Diskusi Film
3. Tentang SRuPP

Pendaftaran ditutup 4 November 2018.
Kuota maksimal: 20 orang

*Ikuti “Palestinian Days” yang diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP).*

“Palestinian Days” adalah pendidikan dan rekruitmen terbuka SRuPP yang akan diselenggarakan pada *Sabtu-Minggu, 10-11 November 2018.*

Dengan materi:
1. Israel: Negara Pembajak
a. Imperialisme dan Zionisme
b. Pembajakan Palestina
c. Perjuangan Pembebasan Palestina

2. Nonton dan Diskusi Film

3. Tentang SRuPP

Daftarkan diri anda dengan mengirimkan nama lengkap serta medsos ke CP SRuPP.
Kuota maksimal: 20 orang
---------------------
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)
SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan

Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi

SMS/ WA// +62 838 1608 7888
FB Page// sruppalestina

*Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka*

*Ikuti “Palestinian Days” yang diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP).*“Palestinian ...
10/10/2018

*Ikuti “Palestinian Days” yang diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP).*

“Palestinian Days” adalah pendidikan dan rekruitmen terbuka SRuPP yang akan diselenggarakan pada *Sabtu-Minggu, 10-11 November 2018.*

Dengan materi:
1. Israel: Negara Pembajak
a. Imperialisme dan Zionisme
b. Pembajakan Palestina
c. Perjuangan Pembebasan Palestina

2. Nonton dan Diskusi Film

3. Tentang SRuPP

Daftarkan diri anda dengan mengirimkan nama lengkap serta medsos ke CP SRuPP.
Kuota maksimal: 20 orang
---------------------
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)
SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan

Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi

SMS/ WA// +62 838 1608 7888
FB Page// sruppalestina

*Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka*

Ayo sebentar lagi ditutup. Pre order kaos Palestina hanya sampai tanggal 20 September 2018.----------*OPEN PRE-ORDER**T-...
15/09/2018

Ayo sebentar lagi ditutup. Pre order kaos Palestina hanya sampai tanggal 20 September 2018.

----------

*OPEN PRE-ORDER*
*T-SHIRT PROPAGANDA*
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina *(SRuPP)*

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (solusi satu negara) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. Berbasis di Yogyakarta, Indonesia.

Agenda kami berpusat pada kampanye dengan melakukan diskusi, pemutaran film, propaganda online, produksi merchandise propaganda, serta aksi demonstrasi.
Kami juga mendukung gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) Internasional terhadap Israel.

SRuPP membuka pre-order tshirt propaganda pembebasan Palestina Batch 1 hingga tanggal 20 September 2018.
Seluruh keuntungan penjualan akan digunakan untuk kegiatan _Palestinian Days_, 10-11 November 2018.

*Pemesanan dan pembayaran maksimal tanggal 20 September 2018*. Pemesanan dilakukan dengan menghubungi No. WA SRuPP 083816087888.
Pembayaran dilakukan melalui transfer bank.

*KETERANGAN:*
- Harga IDR 75 (harga khusus batch 1)-- ukuran S-XL.
- Belum termasuk ongkos kirim.
- Pembelian 2pcs mendapatkan bonus pin propaganda Palestina.
- Lengan panjang (+10K).
- Ukuran di atas XL (+10K).
- Untuk wilayah Jogja, kaos bisa diserahkan/diambil langsung.

*FORMAT PEMESANAN*
Nama, ukuran, lengan pendek/panjang, jumlah pesanan, alamat lengkap, No. HP.

*KONTAK SRuPP*
WA // 083816087888
FB Page // _sruppalestina_

*OPEN PRE-ORDER*
*T-SHIRT PROPAGANDA*
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina *(SRuPP)*

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (solusi satu negara) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. Berbasis di Yogyakarta, Indonesia.

Agenda kami berpusat pada kampanye dengan melakukan diskusi, pemutaran film, propaganda online, produksi merchandise propaganda, serta aksi demonstrasi.
Kami juga mendukung gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) Internasional terhadap Israel.

SRuPP membuka pre-order tshirt propaganda pembebasan Palestina Batch 1 hingga tanggal 20 September 2018.
Seluruh keuntungan penjualan akan digunakan untuk kegiatan _Palestinian Days_, 10-11 November 2018.

*Pemesanan dan pembayaran maksimal tanggal 20 September 2018*. Pemesanan dilakukan dengan menghubungi No. WA SRuPP 083816087888.
Pembayaran dilakukan melalui transfer bank.

*KETERANGAN:*
- Harga IDR 75 (harga khusus batch 1)-- ukuran S-XL.
- Belum termasuk ongkos kirim.
- Pembelian 2pcs mendapatkan bonus pin propaganda Palestina.
- Lengan panjang (+10K).
- Ukuran di atas XL (+10K).
- Untuk wilayah Jogja, kaos bisa diserahkan/diambil langsung.

*FORMAT PEMESANAN*
Nama, ukuran, lengan pendek/panjang, jumlah pesanan, alamat lengkap, No. HP.

*KONTAK SRuPP*
WA // 083816087888
FB Page // _sruppalestina_

*OPEN PRE-ORDER**T-SHIRT PROPAGANDA*Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina *(SRuPP)*SRuPP adalah kelompok kampany...
07/09/2018

*OPEN PRE-ORDER*
*T-SHIRT PROPAGANDA*
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina *(SRuPP)*

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (solusi satu negara) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. Berbasis di Yogyakarta, Indonesia.

Agenda kami berpusat pada kampanye dengan melakukan diskusi, pemutaran film, propaganda online, produksi merchandise propaganda, serta aksi demonstrasi.
Kami juga mendukung gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) Internasional terhadap Israel.

SRuPP membuka pre-order tshirt propaganda pembebasan Palestina Batch 1 hingga tanggal 20 September 2018.
Seluruh keuntungan penjualan akan digunakan untuk kegiatan _Palestinian Days_, 10-11 November 2018.

*Pemesanan dan pembayaran maksimal tanggal 20 September 2018*. Pemesanan dilakukan dengan menghubungi No. WA SRuPP 083816087888.
Pembayaran dilakukan melalui transfer bank.

*KETERANGAN:*
- Harga IDR 75 (harga khusus batch 1)-- ukuran S-XL.
- Belum termasuk ongkos kirim.
- Pembelian 2pcs mendapatkan bonus pin propaganda Palestina.
- Lengan panjang (+10K).
- Ukuran di atas XL (+10K).
- Untuk wilayah Jogja, kaos bisa diserahkan/diambil langsung.

*FORMAT PEMESANAN*
Nama, ukuran, lengan pendek/panjang, jumlah pesanan, alamat lengkap, No. HP.

*KONTAK SRuPP*
WA // 083816087888
FB Page // _sruppalestina_

Jika kau mengikuti Piala Dunia 2018 kemarin kau tidak akan melihat tim sepak bola nasional Palestina. Bagi beberapa bint...
12/08/2018

Jika kau mengikuti Piala Dunia 2018 kemarin kau tidak akan melihat tim sepak bola nasional Palestina. Bagi beberapa bintang internasional, sepak bola adalah bisnis yang menguntungkan. Kapten Portugal dan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo mendapatkan 77 juta USD tahun lalu, terima kasih kepada perjanjian dengan Nike, Samsung, Tag Heuer dan Emirates. Namun untuk pemain Palestina, yang berasal dari Tepi Barat, Gaza dan diaspora Palestina, sepak bola adalah permainan yang berbahaya.

Ambil sebagai contoh Adam Abd al-Raouf Halabiya dan sepupuhnya Jawhar Nasser Jawhar. Januari lalu, kedua pemain muda tersebut, berumur 17 dan 19 tahun, ditembak oleh tentara Israel saat mereka berjalan pulang dari latihan di Stadiun Faisal al-Husseini di al-Ram, di Tepi Barat yang diduduki.

Pada bulan Januari 2009, tiga pemain bola Palestina – Ayman Alkurd, Shadi Sbakhe dan Wajeh Moshtahe – dibunuh saat operasi militer Israel, Operation Cast Lead, di Gaza. Pada bulan Maret, pemain sepak bola 18 tahun bernama Saji Darwis ditembak mati oleh penembak jitu Israel dekat pos pemeriksaan Beitin dekat Ramallah. Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa dia melampar batu.

Beberapa pemain bola Palestina juga telah ditahan oleh kekuatan pendudukan Israel. Pada bulan Juli 2009, enam bulan menjalani karirnya di tim sepak bola nasional Palestina, Mahmoud Sarsak secara administratif ditahan (tanpa tuduhan) oleh polisi perbatasan Israel. Dia menghabiskan waktu tiga tahun dibalik jeruji besi penjara dan dilepaskan hanya setelah mogok makan 90 hari dan kampanye solidaritas internasional.

Pada tahun 2012, penjaga gawang tim Olimpiade Omar Abu Ruways ditangkap, dituduh menjadi anggota sel teroris. Pemain yang lain, Samah Fares Muhamed Marava, ditangkap April lalu setelah kembali dengan timnya dari latihan di Qatar. Shin Bet (intelijen Israel) menuduh Marava mengeksploitasi statusnya sebagai pemain sepak bola Palestina untuk bertindak sebagai kurir untuk Hamas.

Pemain Palestina hidup dibawah pendudukan secara rutin ditolak ijinnya untuk melakukan perjalanan untuk latihan ataupun kompetisi internasional. Pada bulan Oktober 2007, tim Palestina ditolak visanya untuk bertanding pada pertandingan kualifikasi penting untuk Piala Dunia 2010. Meskipun protes, pertandingan tersebut tidak dijadwal ulang, dan FIFA menganggap tim telah menghanguskan pertandingan.

Stadiun sepak bolah Palestina di kota Gaza dibom pada bulan April 2006 dan lagi pada bulan November 2012. Siapapun boleh menebak apakah stadium tersebut akan terbebas dari kampanye bombardier Israel sekarang ini.

Februari lalu, ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina Jibril al-Rajoub mengatakan pada Ma’an News, “Brutalitas Israel (terhadap pemain sepak bola Israel) menekanan keteguhan pendudukan untuk menghancurkan olah raga Palestina”. Rajoub menyerukan agar Asosiasi Sepak Bola Israel dikeluarkan dari FIFA, sebuah seruan yang diabaikan oleh kongres FIFA bulan Juni lalu.

http://www.arahjuang.com/2014/07/17/sepak-bola-palestina-bukanlah-permainan/

*Tim Palestina akan bertanding melawan Indonesia pada hari Rabu, 15 Agustus besok jam 19:00* di Bekasi juga akan disiarkan secara langsung di televisi. Mari datang ke *nonton bareng yang diselenggarakan oleh Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina di Angkringan Enaknan*, datanglah untuk menunjukan solidaritasmu. Sementara itu, mari kita berikan Palestina yang diduduki Israel semua solidaritas yang bisa kita berikan.
---------------------
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan

Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi

SMS/ WA// +6283816087888
Email// [email protected]
FB Page// sruppalestina
Twitter//

*Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka*

09/12/2017

Tanggal 9 Desember juga merupakan hari pertama Intifada Pertama tahun 1987.

Dalam bahasa Arab, “intifada” berarti bangkit atau mengguncangkan. Intifada adalah perjuangan rakyat Palestina untuk memenangkan kebebasan dasar yang sejak lama dihancurkan oleh Israel melalui penyingkiran dan dominasi mereka. Intifada terjadi dengan latar belakang 20 tahun pendudukan Gaza, Tepi Barat dan Sinai – dan hampir 40 tahun perampasan Palestina oleh Israel. Pada tahun 1987, rakyat Palestina hidup di bagian sangat kecil dari tanah mereka sendiri, dengan jutaan orang hidup sebagai pengungsi akibat dari 1948, ketika Israel didirikan melalui pengusiran dengan paksa lebih dari 700 ribu rakyat Palestina dan tahun 1967 ketika perang Israel memaksa generasi baru diasingkan.

Kaum muda, dewasa dan anak-anak turun ke jalan untuk melancarkan protes dengan berbagai cara. Ikon gambar rakyat Palestina melempar batu ke tank-tank dan tentara Israel dilahirkan dari Intifada Pertama. Intifada pertama dimulai sebagai aksi spontan namun kemudian menjadi lebih terorganisir, seiring organisasi akar rumput memobilisasi dirinya untuk merespon kondisi baru.

Perempuan, buruh, tenaga medis, mahasiswa, organisasi agrikultur dan komunitas mengambil tugas-tugas baru – membuat makanan di rumah dan bercocok tanam di kebun untuk menggantikan barang-barang Israel yang diboikot, menjaga jalan-jalan desa pada malam hari dengan peluit untuk memberi peringatan jika tentara Israel datang, klinik mobile untuk menyediakan bantuan medis di desa tau kota yang terkena jam malam, protes pajak, menjalankan pemogokan komersial harian yang menutup semua bisnis Palestina disiang hari.

Kepemimpnan muncul di bawah tanah, dengan selebaran didistribusikan semalam, memberikan informasi mengenai hari-hari pemogokan, perayaan khusus Intifada atau kelompok-kelompok tertentu yang akan dimobilisasi diwaktu tertentu.

Kedepannya agar pemberontakan yang muncul bisa menghasilkan perubahan pokok bagi rakyat Palestina, maka dibutuhkan solidaritas rakyat seluruh dunia yang menolak pendudukan, perang dan perluasan kolonialisme Israel..

Solidaritas Sesama Rakyat Tertindas Tolak Yerusalem Sebagai Ibukota IsraelPada hari Rabu (6/12), Donald Trump, Presiden ...
09/12/2017

Solidaritas Sesama Rakyat Tertindas Tolak Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Pada hari Rabu (6/12), Donald Trump, Presiden AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan merencanakan pemindahan kantor kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Tidak lama setelahnya, Netanyahu, Perdana Menteri Israel. Menyampaikan pidato mengucapkan terima kasih atas keputusan tersebut. Sementara Perdana Menteri Palestina, Mahmoud Abbas menolak keputusan Trump dan mengatakan bahwa keputusan tersebut akan membantu organisasi ekstrimis.

Keputusan Trump ini memberikan lampu hijau bagi semakin diperluasnya pendudukan Israel di tanah Palestina. Di sisi lain langkah Trump ini terlihat juga digunakan untuk menghalangi pendirian negara Palestina dengan ibukotanya di Yerusalem Timur. Bangsa Palestina detik demi detik semakin tersingkir dari tanah mereka. Di Tepi Barat setiap minggunya orang-orang Palestina mengalami penggerebekan, penggusuran dan dicap sebagai ‘penghuni ilegal’ oleh pihak otoritas militer Israel. Mereka ditindas dan didiskriminasi atas dasar kebangsaan mereka, sebagai bangsa Palestina tanpa pandang bulu apakah mereka warga Israel, Yerusalem Timur, Tepi Barat ataupun Jalur Gaza.

Keputusan ini juga berfungsi untuk meruncingkan sentimen agama dan bangsa. Seperti sejak awal ia dilantik, Trump selalu memainkan isu islamofobia dan anti-imigran (anti-asing). Bahkan Trump berkata, “Pengumuman saya hari ini menandakan permulaan dari pendekatan baru berkenaan konflik Israel (negara) dan orang-orang (bangsa) Palestina.” Keputusan Trump ini juga akan digunakan oleh kelompok-kelompok reaksioner, rasis serta fundamentalis kanan demi keuntungan politiknya sendiri.

Berbagai kepala negara lain seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Iran termasuk Indonesia juga menyampaikan kecamannya. Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres mengatakan bahwa dia menolak langkah sepihak yang membahayakan perdamaian. Kecaman yang sama juga diungkapkan oleh Presiden Perancis, Macron, sementara Perdana Menteri Italia, Gentiloni menyatakan bahwa masa depan Yerusalem harus ditentukan dalam kerangka proses perdamaian.

Sementara itu di jalan-jalan di kota-kota berbagai belahan dunia demonstrasi mulai dilancarkan. Di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, rakyat Palestina melancarkan demonstrasi dan dibubarkan oleh tentara Zionis Israel.

Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP) adalah sebuah aliansi yang mendukung kemerdekaan Palestina. Dukungan kami bukan berdasarkan atas sentimen agama, suku, ras ataupun kebangsaan. Dukungan kami berdasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan serta demokrasi. SRuPP juga meyakini bahwa kemerdekaan Palestina hanya bisa dicapai dengan solidaritas sesama rakyat tertindas. Kami melihat bahwa:

Pertama, keberadaan Israel di Palestina adalah sebuah kolonialisasi dan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel akan menguatkan kolonialisasi tersebut. Tujuan dari Israel adalah menyingkirkan dan menghapus ras populasi Palestina. Atas dasar itu Negara Yahudi Israel bisa didirikan.

Ini terlihat dari sejarah perampasan tanah dan penyingkiran rakyat Palestina. Israel didirkan pada tahun 1948 dengan melancarkan serangan ke kota-kota dan desa-desa Palestina, meneror dan membunuh ribuan rakyat Palestina. Serta mengusir sekitar 1 juta rakyat Palestina di 418 (dari total 476) kota dan desa di seluruh Palestina. Dari 418 kota dan desa tersebut sekitar 385-nya diratakan dengan tanah. Peristiwa ini terus dikenang sebagai Tragedi Al-Nakhba. Hingga hari ini, Israel masih terus melakukan pencurian tanah serta pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina. Bersamaan dengan itu pembangunan pemukiman Yahudi dipercepat.

Kedua, persoalan ini oleh kelompok-kelompok reaksioner, rasis dan fundamentalis kanan akan diarahkan menjadi sentimen agama termasuk oleh mereka yang berada di Indonesia. Namun faktanya misalnya Kerajaan Arab Saudi, dengan Syariat Islam-nya, telah mengetahui keputusan Trump sebelumnya. Middle East Monitor dalam laporannya mengatakan bahwa Arab Saudi telah menawarkan proposal perdamaian Israel dan Palestina. Proposal yang diberikan saat kunjungan Presiden Palestina ke Arab Saudi bulan lalu tersebut menawarkan desa Abu Dis sebagai ibukota masa depan Palestina, ketimbang Yerusalem Timur. Proposal tersebut hanya memberikan separuh kedaulatan bagi Palestina di Tepi Barat dan Gaza sementara mayoritas pemukiman Israel di Tepi Barat akan tetap ada. Proposal tersebut juga tidak memberikan pengungsi Palestina dan keturunannya hak untuk kembali ke tanah mereka di Palestina yang dirampas Israel.

Ketiga, kecaman yang diberikan oleh elit-elit politik dari berbagai negara juga harus dikritisi. Mereka memiliki sejarah panjang bertentangan perjuangan rakyat Palestina maupun nilai-nilai demokrasi dan kemanusian. Elit politik Yordania mengkhianati perjuangan rakyat Palestina sejak Pemogokan Umum Rakyat Palestina Tahun 1936 menuntut kemerdekaan Palestina dari Inggris. Sementara pada Black September tahun 1970, Yordania melancarkan serangan penuh ke kamp-kamp pengungsian Palestina di Yordania. Mesir sudah lama memilih mengakui Negara Israel dengan imbalan mendapatkan kembali daerahnya yang diambil Israel pada perang tahun 1967.

Sungguh ironis di mana pada awal Mei dan akhir September silam Presiden Otoritas Nasional Palestina, Mahmoud Abbas, berjumpa dan bahkan sempat memuji Trump dan membahas masalah perdamaian antara Palestina-Israel.

Sementara itu, Arab Saudi (dengan munafiknya) mengutuk keputusan Trump tersebut namun terus menjadi sekutu utama Israel di Timur Tengah. Arab Saudi bersama dengan Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Maroko dan Pakistan membombardir Yaman.

Erdogan, Perdana Menteri Turki, yang mengatakan keputusan Trump terkait Yerusalem akan memicu terorisme sudah biasa menggunakan teror itu sendiri terhadap bangsa Kurdi dan mereka yang berseberangan dengannya.

Uni Eropa meminta proses perdamaian kembali dimulai dan aspirasi kedua belah pihak didengar. Namun pada saat bersamaan Uni Eropa mendukung Rezim Spanyol untuk menindas aspirasi kemerdekaan bangsa Catalonia.

Jokowi yang menyatakan konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak Palestina sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 masih terbiasa terus menutup ruang demokrasi di Papua dan menyelesaikan tuntutan hak menentukan nasib sendiri di Papua dengan represi. Sementara Jokowi menyatakan solidaritas untuk Palestina, aparat kepolisian menangkapi mahasiswa yang bersolidaritas terhadap rakyat Kulon Progo, Yogyakarta, yang akan digusur karena bukan “warga lokal”.

SRuPP percaya bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bahwa kemerdekaan, kemanusiaan dan demokrasi hanya bisa diperjuangkan oleh solidaritas sesama rakyat tertindas itu sendiri.
---------------------
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.

Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi

SMS/ WA// +6283816087888
Email// [email protected]
FB Page// sruppalestina
Twitter//

Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka

http://www.arahjuang.com/2017/11/29/deklarasi-balfour-satu-abad-kolonialisasi-dan-perlawanan/Seiring peringatan seratus ...
08/12/2017

http://www.arahjuang.com/2017/11/29/deklarasi-balfour-satu-abad-kolonialisasi-dan-perlawanan/

Seiring peringatan seratus tahun Deklarasi Balfour tiba pada bulan (November, tanggal 2-pen) ini, Israel dan para pendukungnya –termasuk pemerintahan Inggris dan Australia – merayakan peringatan tersebut, sementara rakyat Palestina berduka dan memprotesnya.

Seiring peringatan seratus tahun Deklarasi Balfour tiba pada bulan (November, tanggal 2-pen) ini, Israel dan para pendukungnya –termasuk pemerintahan Inggris dan Australia – merayakan peringatan tersebut, sementara rakyat Palestina berduka dan memprotesnya.

http://www.arahjuang.com/2017/08/10/memblejeti-mitos-mitos-israel-palestina/Selama lebih dari 120 tahun terakhir, geraka...
08/12/2017

http://www.arahjuang.com/2017/08/10/memblejeti-mitos-mitos-israel-palestina/
Selama lebih dari 120 tahun terakhir, gerakan Zionisme yang kemudian berkembang menjadi negara Israel telah membangun jarring-jaring kebohongan dalam penciptaan Israel dan konflik yang sedang berlangsung, dan sekaligus membenarkan pemusnahan etnis dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

Jaring-jaring kebohongan ini, baik tentang sejarah maupun yang sekarang terjadi, diulang terus menerus oleh media kapitalis dan pemerintahan Barat untuk memperluas cengkraman imperialis mereka di Timur Tengah, yang tidak hanya mencoba untuk memistikkan asal usul konflik maupun juga memastikan solusi yang adil tidak akan pernah tercapai.

Hanya dengan memblejeti mitos-mitos ini, memisahkan kebenaran sejarah dari fiksi para Zionis, kita bisa memahami asal-usul dan penyebab dari konflik.

Selama lebih dari 120 tahun terakhir, gerakan Zionisme yang kemudian berkembang menjadi negara Israel telah membangun jarring-jaring kebohongan dalam penciptaan Israel dan konflik yang sedang berlangsung, dan sekaligus membenarkan pemusnahan etnis dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat...

Ikuti nonton bareng film "Five Broken Cameras" Jumat, 29 September 2017 pukul 19:00 – selesai.Five Broken Cameras adalah...
28/09/2017

Ikuti nonton bareng film "Five Broken Cameras"
Jumat, 29 September 2017 pukul 19:00 – selesai.

Five Broken Cameras adalah film dokumeter tentang realitas penindasan dan penjajahan yang dihadapi rakyat Palestina. Di sisi lain, ia juga menunjukkan perlawanan mereka di sebuah desa bernama Bil'in, sekitar Ramallah, Tepi Barat. Mereka terancam diusir oleh pembangunan pemukiman illegal Israel yang semakin mendekat dari waktu ke waktu.

Film ini merupakan pengalaman Emad Burnat yang selama bertahun-tahun hidup dalam tekanan Israel. Dibuat oleh sang tokoh utama, seorang petani zaitun dan kameramen lepas Palestina, Emad Burnat. Film ini diedit oleh film maker dan dosen film asal Israel, Guy Davidi, yang memutuskan untuk terlibat setelah dia mengunjungi Bil’in dengan suporter lain yang mendukung kemerdekaan Rakyat Palestina.

Melalui lima kamera, Emad merekam setiap kejadian yang dialami para penduduk desanya melawan pendudukan Israel. Termasuk beberapa cuplikan sengit dari serangan dan kekejaman tentara Israel di Tepi Barat, serta pembakaran pada perkebunan zaitun milik rakyat Palestina demi membangun pemukiman ilegal Israel di tanah mereka. Dia terus-menerus diancam dengan kekerasan fisik maupun perusakan kamera ketika berusaha merekam kekejaman tentara Israel. Dengan dalih bahwa desanya berada di "zona militer tertutup," pihak militer Israel melarang Emad untuk merekam secara paksa, bahkan ketika Emad berada di rumahnya sendiri. Bagian mengharukan adalah ketika Gibreel, anak Emad, mencoba untuk memahami apa saja kejadian yang dia lihat. Termasuk ketika mempertanyakan kematian teman dekatnya yang dibunuh Israel.

Tidak hanya kekejaman Israel, Emad juga merekam sisi lain Palestina. Hingar bingar saat desa merayakan kemenangan implementasi gencatan senjata; rekaman saat penduduk setempat saat menonton versi mentah dari film dokumenter ini yang kemudian memantik semangat mereka lagi; dan juga momen mengharukan ketika Gibreel menyerahkan setangkai dahan buah zaitun kepada tentara Isralel yang telah meratakan perkebunan zaitun milik keluarganya dengan buldozer.

Five Broken Cameras adalah sebuah karya yang memberi kita pengalaman langsung bagaimana rasanya berada di dalam situasi penindasan dan perampasan, namun tetap memiliki jiwa yang pantang menyerah dan berjuang untuk kebenaran dan kemerdekaan. Ia cermin ketangguhan dan penggerak semangat dari sebuah desa bernama Bil’in di Tepi Barat, Palestina.

Realitas yang ditampilkan dalam film dokumenter ini adalah kenyataan sehari-hari yang masih terjadi di Palestina, hingga saat ini. Bahkan bisa jadi lebih buruk lagi. Tentara Israel menggerayangi pemukiman penduduk di dini hari, menggedor rumah mereka, mengatakan bahwa rumah mereka berada di zona terlarang untuk bangunan apapun, dan menciduk para siapapun yang mereka mau. Juga bagaimana atmosfer udara yang mengelabu di Tepi Barat ketika Gaza diinvasi Israel, dan mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Tentu masih banyak hal mengerikan yang mungkin masih tersembunyi dan belum terungkap dari penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina sejak 1948. Peristiwa Nakba menjadi tanda diusirnya 1 juta rakyat Palestina dari tanah mereka yang kemudian dirampas dan diduduki oleh Zionis Israel. Membuat hampir 5 juta orang menjadi pengungsi yang hingga sekarang rakyat Palestina tidak dapat kembali ke rumahnya. Jumlah ini semakin hari semakin bertambah. Dari tempat pengungsian tersebut berkembang semangat perlawanan dan nasionalisme. Semangat yang menular ke seluruh kelas buruh dan rakyat tertindas di Timur Tengah. Gerakan rakyat secara internasional yang bertujuan tidak hanya untuk menghapuskan penindasan dari manusia ke manusia. Namun juga menghapuskan penindasan terhadap bangsa-bangsa.

Ikuti nonton bareng film "Five Broken Cameras"
Jumat, 29 September 2017 pukul 19.00 – selesai
Guyub (Jalan Tantular No 397, Pringwulung, Depok-Sleman: Depan Akper Pantirapih).
Pemantik: Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)

Organized by: Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Jogja

---------------------
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)

SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan

Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi

SMS/ WA// +6283816087888
Email// [email protected]
FB Page// sruppalestina
Twitter//

*Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka*

Address

Yogyakarta City

Telephone

083816087888

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina:

Share