Pasar Papringan

Pasar Papringan Pasar pagi di bawah kebun bambu (jw: Papringan). Buka di Minggu Pon dan Minggu Wage. PASAR PAPRINGAN
Latar Belakang

a. b.
(309)

Bambu dan Desa
Bambu memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat desa dan menjadi bagian hidup mereka dari sejak lahir sampai akhir hayat. Sebelum dilarang, dahulu para dukun bayi menggunakan welat (jawa: kulit bambu yang tipis dan tajam) untuk memotong tali pusar dalam proses kelahiran bayi. Selama hidup, bambu merupakan material yang paling sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, misa

lnya untuk membuat berbagai peralatan kerja, perabot rumah tangga, dan menjadi material konstruksi untuk membangun rumah. Bahkan, ada saat di mana bambu menjadi material dominan rumah-rumah di desa, di mana struktur bangunan menggunakan bambu bulat, dinding menggunakan anyaman bambu (gedheg), dan ada pula atap yang menggunakan material bambu. Banyak warga desa yang hidup dengan menjadi perajin bambu. Saat seseorang meninggal dunia, masyarakat desa menggunakan batang-batang bambu untuk geladak liang kubur. Oleh karena itu, selalu ada tanaman bambu di area makam desa dan sekelilingnya.Bambu merupakan tanaman yang bukan hanya digunakan untuk konstruksi, namun juga diolah menjadi makanan (rebung). Bambu merupakan jenis tanaman yang hampir tidak memerlukan perawatan dan penanaman ulang. Setelah rumpun bambu tumbuh dan ditebang, tunas-tunas bambu baru akan bermunculan dan tumbuh dengan cepat. Tanah di mana rumpun bambu tumbuh merupakan tanah yang subur. Rontokan daun bambu di sekelilingnya menjadi bahan kompos alami yang sangat baik dan bersifat menggemburkan tanah. Bambu merupakan tanaman dengan usia siap tebang yang relatif pendek, yaitu sekitar 4 tahun. Tidak ada jenis tanaman lain yang menghasilkan material untuk konstruksi dalam usia sesingkat bambu, termasuk pohon/ kayu. Oleh karena itu, bambu menjadi material yang dapat diandalkan di masa depan. Berada di bawah rindangnya rumpun bambu akan terasa sangat menyegarkan. Bukan saja karena teduh, namun juga karena bambu merupakan tanaman penghasil oksigen tertinggi.Namun, kebersamaan yang panjang dalam kehidupan masyarakat desa tampaknya menimbulkan kejenuhan bagi mereka. Apalagi, pandangan masyarakat desa mengenai bambu adalah pandangan mengenai kehidupan desa yang masih sangat sederhana dan terbatas. Meskipun tidak terucap, bagi masyarakat desa pada umumnya bambu dianggap sebagai lambang kemiskinan. Di sisi lain, mimpi masyarakat desa mengenai kehidupan yang maju dan sejahtera terlukiskan dari kehidupan masyarakat kota. Rumah yang baik dianggap rumah yang berdinding tembok atau bata. Rindang dan segarnya rumpun bambu pun lebih dirasakan sebagai tempat yang wingit dan kotor. Karena umumnya terletak di belakang rumah, rumpun bambu justru menjadi tempat sampah. Papringan yang berarti tempat di mana rumpun bambu tumbuh menjadi bermakna negatif, yaitu tempat yang gelap, lembab, kumuh dan biasanya berada di belakang. Papringan menjadi area yang paling rentan tergusur oleh kebutuhan hidup lainnya. Desa Komunitas Masa Depan
Ketika saat ini masyarakat desa mengidolakan kehidupan kota sebagai mimpi kemajuan, masyarakat kota di negara-negara industri justru mulai merindukan ketenangan dan kesederhanaan hidup masyarakat desa. Kehidupan yang sangat materialistik –individualistik telah mulai dirasakan sebagai ketidakseimbangan yang menekan dan melelahkan. Meski pun secara fisik nampak gemerlap, kehidupan industrial memiliki dampak negatif yang luar biasa pada aspek sosial, spiritual dan lingkungan alam. Tekanan hidup, ingatan, daya tarik ketenangan kehidupan pedesaan, kesadaran lingkungan yang semakin tinggi, dan terbukanya peluang untuk tinggal dengan cara baru di desa akibat kemajuan teknologi dan infrastruktur informasi, komunikasi, dan transportasi yang membuka isolasi daerah pelosok, telah mulai memunculkan keinginan banyak orang untuk kembali tinggal di wilayah pedesaan.Desa merupakan jawaban yang sesuai untuk kehidupan di masa depan, di mana kehidupan ideal dirumuskan sebagai sebuah kehidupan saat kita bisa memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan spiritual dengan baik dan hidup dengan cara-cara yang meminimalisasi dampak negatif terhadap alam. Tinggal dalam komunitas kecil di mana sebagian besar kebutuhan hidup dapat terpenuhi dari sumber-sumber terdekat bukan saja akan menekan tingkat emisi karbon, namun juga akan membangun kesadaran akan kemampuan batas daya dukung alam untuk kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. (skema desa komunitas masa depan)
Sebagai material yang luar biasa, tentunya bambu menjadi material yang akan sangat berguna dalam skenario mimpi desa masa depan seperti yang diuraikan di atas. Oleh karena itu, perlu upaya-upaya yang serius dan berkelanjutan untuk melestarikan keberadaan kebun-kebun bambu di pedesaan. Pasar Papringan
Melawan rasa bosan dan perasaan inferior merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Dibutuhkan upaya-upaya dalam memberikan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan mengolah bambu menjadi produk dengan nilai tambah yang besar dan memberikan kebanggaan bagi warga desa. Selain itu, dibutuhkan pula endorsement terhadap bambu dan produk-produk bambu dari komunitas yang diidolakan oleh masyarakat desa. Spedagi telah memulai aksi dengan merancang, memproduksi, dan memasarkan Sepeda Bambu. Namun, dibutuhkan upaya yang lebih besar agar proses penggusuran kebun bambu bisa dihambat, dikurangi, atau bahkan dihentikan. Masyarakat diharapkan akan kembali mencintai kebun bambu jika kebun bambu tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi mereka, sekaligus memiliki penampilan visual yang lebih indah, dan memberikan kebanggaan bagi mereka. Pasar Papringan merupakan sebuah upaya untuk memberikan nilai lebih dari kebun bambu dengan memanfaatkannya menjadi pasar produk-produk lokal tanpa merusak kebun bambu itu sendiri. Kebun bambu di Indonesia yang tumbuh berumpun biasanya memiliki ruang-ruang kosong diantara rumpun-rumpunnya dan membentuk ruang dengan suasana teduh. Ruang-ruang kosong tersebut diolah agar lebih bersih dan mudah dibersihkan, serta rumpun bambu dibiarkan tumbuh alami sehingga menjadi pembentuk suasana ruang Pasar Papringan yang unik. Berbeda dengan pasar desa pada umumnya, Pasar Papringan menjual produk-produk lokal yang berkualitas sehingga nilai produk menjadi lebih tinggi dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Oleh karena itu, target konsumen Pasar Papringan adalah pembeli dari luar area setempat. Kedatangan mereka bukan hanya sebagai pembeli, namun secara tidak langsung turut membangun rasa percaya diri masyarakat desa lewat produk berkualitas yang dihasilkan. Pasar Papringan akan digelar sekali dalam tiap selapan (35 hari). Selama tidak digunakan untuk kegiatan pasar, kebun bambu yang ruang-ruang di antaranya diolah supaya dapat menjadi area publik yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat desa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan papringan tidak lagi dianggap tempat yang gelap, lembab dan kotor oleh masyarakat desa, namun menjadi tempat yang bersih dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas desa sehari-hari.

Halo, dulur Pasar Papringan! Penghujung tahun 2025 sudah di depan mata, adakah yang sudah penasaran dan tidak sabar menu...
22/12/2025

Halo, dulur Pasar Papringan! Penghujung tahun 2025 sudah di depan mata, adakah yang sudah penasaran dan tidak sabar menunggu jadwal gelaran tahun depan? 🤔

Kali ini, kami ingin membagikan kabar gembira untuk sedulur Pasar Papringan Ngadiprono, yaitu jadwal gelaran Pasar Papringan Ngadiprono 2026.

Tentu, kami masih tetap buka setiap Minggu Pon dan Minggu Wage pukul 06.00 - 12.00 WIB. Informasi lebih lengkapnya bisa disimak di poster dengan cara menggeser ke kiri.

Oh iya, untuk para dulur yang ingin menikmati liburan akhir tahun di bawah rimbunnya naungan bambu, kami masih ada satu kali gelaran pada Minggu Wage, 28 Desember 2025.

Yuk, catat jadwalnya. Sampai jumpa di gelaran Pasar Papringan! 👋🌱🌞

Di setiap gelaran Pasar Papringan, ada banyak hal yang terlihat sederhana… tapi menyimpan cerita panjang di baliknya.Ada...
22/11/2025

Di setiap gelaran Pasar Papringan, ada banyak hal yang terlihat sederhana… tapi menyimpan cerita panjang di baliknya.
Ada kisah tentang usaha, perjalanan hidup, kebiasaan desa, juga cerita-cerita kecil yang tumbuh dari obrolan sehari-hari para Mbok.

Lewat Tutur Papringan, ibu-ibu pelapak sedang belajar bercerita, menjelaskan, dan menyambut pertanyaan dengan percaya diri. Dan hari ini, mereka siap berbagi lebih dari biasanya.

Kalau sedang muter Papringan dan merasa penasaran tentang makanan, tradisi, atau kehidupan di Dusun Ngadiprono…
cobalah dekati Mbok yang memakai pin hijau.
Sapalah pelan-pelan, lalu mulai dari satu pertanyaan kecil saja.

Siapa tahu, jawaban yang kamu dapatkan justru jadi cerita yang kamu bawa p**ang.

Monggo tanya Mbok

Pernah bayangin gimana serunya mengikuti jejak bambu dari rumpun hingga jadi kerajinan?Di kegiatan “Mencari Jejak di Baw...
18/11/2025

Pernah bayangin gimana serunya mengikuti jejak bambu dari rumpun hingga jadi kerajinan?

Di kegiatan “Mencari Jejak di Bawah Rumpun Bambu”, kamu bakal diajak melihat sisi lain dari bambu—mulai dari ceritanya, proses kreatif para pengrajin, sampai mencoba membuat karya kecilmu sendiri.

📅 Minggu, 23 November 2025
⏰ 08.00–10.00 WIB
📍 Pasar Papringan - Dusun Ngadiprono, Temanggung

Dengan tiket Rp 50.000, kamu dapat tur bambu, workshop, koin pring, dan souvenir👀✨

Langsung daftar di https://bit.ly/49pwNJl atau bisa scann QR yang tertera di poster ya

Sampai ketemu di Pasar Papringan!🌿✨

🌿 Podcast Episode 4: “Kerajinan Bambu” 🌿Langsung dari jantung Pasar Papringan, episode kali ini menghadirkan kisah inspi...
12/06/2025

🌿 Podcast Episode 4: “Kerajinan Bambu” 🌿
Langsung dari jantung Pasar Papringan, episode kali ini menghadirkan kisah inspiratif dari Bapak Nyoto, seorang pengerajin bambu yang telah puluhan tahun berkarya dengan hati. ✨

Dipandu oleh Sena Shakers, kita akan menyelami proses kreatif, filosofi, dan makna bambu dalam kehidupan sehari-hari.

📆 Tayang : 14 Juni 2025
🔗 YouTube : https://youtu.be/v0aEkPhCua0
🎵 Spotify: PasarPapringan

💬 Siap-siap terinspirasi dan jatuh cinta dengan bambu!
Tag temanmu yang cinta kerajinan lokal dan jangan lupa aktifkan pengingatnya! 🌾

🌿🎙️ EPISODE 3 SIAP TAYANG! 🎙️🌿Yuk dengerin cerita seru dari para pengunjung GKI Semarang tentang pengalaman mereka di Pa...
11/06/2025

🌿🎙️ EPISODE 3 SIAP TAYANG! 🎙️🌿
Yuk dengerin cerita seru dari para pengunjung GKI Semarang tentang pengalaman mereka di Pasar Papringan!
Dipandu oleh moderator kece Wening Lastri, kita bakal kupas tuntas "perasaan masyarakat yang sudah mengunjungi pasar papringan."

🗓️ Tayang: Jumat, 13 Juni 2025
📍 Dengarkan di:
🎧 Spotify: PasarPapringan
📺 YouTube: youtube.com/.g3t

Jangan lewatkan, ya! 🌱

PODCAST EPISODE 2: PENGALAMAN PERTAMA KE PASARTayang: 12 Juni 2025 🌾Seperti apa rasanya pertama kali menginjakkan kaki d...
11/06/2025

PODCAST EPISODE 2: PENGALAMAN PERTAMA KE PASAR
Tayang: 12 Juni 2025 🌾

Seperti apa rasanya pertama kali menginjakkan kaki di Pasar Papringan?
Episode kali ini menghadirkan cerita seru dari para pengunjung muda asal GKI Semarang yang baru pertama kali merasakan pasar bambu yang penuh kehangatan dan tradisi ini.

Dipandu oleh moderator kami, Bu Ana, obrolan ini mengajakmu melihat pasar dari sudut pandang pengunjung—penuh rasa penasaran, kekaguman, dan makna.

📍 Saksikan di YouTube:
🔗 youtube.com/-g3t
🎧 Dengarkan juga di Spotify:

PODCAST EPISODE 1: FILOSOFI PASAR PAPRINGANTayang perdana 11 Juni 2025 🌿Apa sebenarnya makna di balik pasar bambu yang h...
10/06/2025

PODCAST EPISODE 1: FILOSOFI PASAR PAPRINGAN
Tayang perdana 11 Juni 2025 🌿

Apa sebenarnya makna di balik pasar bambu yang hanya buka dua minggu sekali ini? Mengapa Pasar Papringan bukan sekadar tempat jual beli?

Yuk, dengarkan obrolan hangat bersama:
✨ Joko Waluyo – Koordinator Pasar Papringan
✨ Pak Sam – Koordinator Perlengkapan Pasar
🎤 Dipandu oleh: Almirra Chaesya Nadia

Temukan nilai-nilai lokal, gotong royong, dan filosofi bambu yang menghidupi ruang ini 🍃

📍 Tonton eksklusif di YouTube:
🔗 youtube.com/-g3t
🎧 Juga hadir di Spotify:

Halo, dulur Pasar Papringan! Sudah lama sekali rasanya kami tidak menyapa di feed, semoga dulur Pasar Papringan selalu d...
26/12/2024

Halo, dulur Pasar Papringan! Sudah lama sekali rasanya kami tidak menyapa di feed, semoga dulur Pasar Papringan selalu dilimpahi kebahagiaan dan kesehatan, ya. 🌱

Sembari menunggu pergantian tahun, kami ingin membagikan kabar terbaru Pasar Papringan di tahun 2025. Adakah yang sudah tidak sabar untuk tahu jadwal gelaran Pasar Papringan? Yuk, kita lihat dan catat tanggal gelarannya!

Pasar Papringan masih tetap buka di:
Minggu Pon dan Minggu Wage
06.00 - 12.00 WIB

Kami mengucapkan banyak terima kasih untuk dulur Pasar Papringan yang masih setia untuk berkunjung ke gelaran Pasar Papringan, baik untuk menikmati suasana, sajian, ataupun hal-hal menarik lain di bawah kebun bambu.

Sampai jumpa di tahun 2025, njo mapring! 🌿🌿

GELARAN HARI INI!Minggu Pon, 26 Mei 2024Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.📷 : T...
26/05/2024

GELARAN HARI INI!

Minggu Pon, 26 Mei 2024

Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.

📷 : Tim Dokumentasi Paspring

Dua pekan lalu, kami berbenah untuk memperbaiki tugu titik nol yang mulai lapuk. Proses perbaikan ini dilakukan bersama ...
25/05/2024

Dua pekan lalu, kami berbenah untuk memperbaiki tugu titik nol yang mulai lapuk. Proses perbaikan ini dilakukan bersama dengan warga dan tim perlengkapan di Pasar Papringan.

Ojo lali ya, besok pagi:
Minggu Pon, 26 Mei 2024
06.00-12.00 WIB

Njo, mapring!

BESOK!Minggu Wage, 12 Mei 202406.00 - 12.00 WIBDusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tenga...
11/05/2024

BESOK!

Minggu Wage, 12 Mei 2024
06.00 - 12.00 WIB
Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.

Njooo Mapringgg 😁👋

Gelaran terakhir Pasar Papringan sebelum libur Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H. 🙌Minggu Wage, 3 Maret 202406.00 - 12.00 W...
03/03/2024

Gelaran terakhir Pasar Papringan sebelum libur Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H. 🙌

Minggu Wage, 3 Maret 2024
06.00 - 12.00 WIB
Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.

📷 : Tim Dokumentasi Pasar Papringan

Address

Pasar Papringan Ngadiprono, Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kec. Kedu
Temanggung
56252

Opening Hours

06:00 - 12:00

Telephone

+6285163650702

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pasar Papringan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pasar Papringan:

Share