25/09/2013
5 Alasan Mengapa Toko Online Memiliki Angka Penjualan yang Buruk
Menjalankan bisnis secara online memang lebih menghemat waktu dan tenaga dibanding berbisnis online. Namun, bukan berarti teknologi internet menjamin bahwa setiap penjual online pasti akan mendapatkan kesuksesan. Sama seperti bisnis offline, keberhasilan sebuah toko online ditentukan oleh banyak faktor.
Tidak sedikit penjual yang telah melakukan segala upaya untuk memajukan bisnis, namun angka penjualan di toko online-nya masih saja rendah. Apa penyebab toko online memiliki angka penjualan yang buruk?
Pembeli kesulitan menemukan penjual melalui search engine.
Hampir seluruh transaksi jual-beli, baik secara offline maupun online, diawali dengan pencarian pembeli tentang produk yang dibutuhkannya melalui search engine. Meskipun pada akhirnya akan bertransaksi secara offline, langkah awal yang dilakukan pembeli adalah mengetik kata kunci produk yang dibutuhkannya di mesin pencari seperti Google. Nama-nama merek bisnis yang muncul dalam search engine adalah calon-calon penjual yang menjadi ‘sasaran’ pembeli untuk diajak bertransaksi.
Jika penjual tidak ‘membantu’ pembeli menemukan merek bisnis di search engine, sudah pasti kompetitor akan lebih unggul. Salah satu cara menaikkan rating search engine optimization toko online adalah dengan mencantumkan kata-kata kunci yang sering dicari orang di mesin pencari pada produk-produk yang Anda jual.
Penjual hanya memiliki toko online saja.
Tak ada yang meragukan pop**aritas media sosial seperti Facebook dan Twitter di era digital saat ini. Banyaknya jumlah pengguna media sosial adalah pangsa pasar yang sangat potensial untuk penjual online. Berjualan melalui media sosial terbukti efektif dalam menaikkan penjualan di toko online. Melalui Facebook dan Twitter, penjual bisa ‘menggiring’ pembeli agar berkunjung ke toko onlinenya, misalnya dengan mencantumkan link alamat toko online di akun Facebook atau Twitter.
Hindari hanya mengandalkan toko online sebagai media pemasaran. Gunakanlah media-media sosial yang banyak digunakan pembeli. Buatlah semacam teaser sebuah produk di media sosial, sementara informasi lebih lengkap tentang produk tersebut dituliskan di toko online. Ketika membaca teaser tersebut, pembeli akan segera mengunjungi toko online untuk mendapatkan info lebih lanjut.
Penjual memiliki reputasi yang buruk.
Kelemahan terjun ke dalam bisnis online adalah reputasi penjual dapat diketahui oleh semua orang dari seluruh penjuru dunia yang menggunakan internet. Pembeli dapat menuliskan pengalaman buruknya saat bertransaksi dengan seorang penjual, yang kemudian dibaca oleh seluruh pengguna internet.
Inilah kekurangan berbisnis online dibanding bisnis offline. Reputasi buruk yang dimiliki oleh seorang penjual tentu saja akan menimbulkan stigma yang buruk p**a bagi toko online sehingga tidak ada pembeli yang mau bertransaksi dengan penjual tersebut.
Toko online tidak mobile-friendly.
Pengguna ponsel berjenis smartphone meningkat drastis seiring perkembangan teknologi digital. Smartphone terbukti mempermudah aktivitas manusia, termasuk saat berbelanja secara online. Meskipun sedang tidak berada di depan komputer, pembeli tetap bisa melakukan browsing produk yang diinginkannya melalui ponsel. Bahkan, pencarian produk melalui ponsel jauh lebih tinggi dibanding melalui komputer.
Karena alasan inilah penjual harus mempertimbangkan tampilan toko online-nya ketika diakses melalui ponsel. Apakah toko online tersebut mobile-friendly alias dapat diakses dan tertampil dengan baik ketika diakses dari ponsel? Mengingat tingginya angka pengguna smartphone, penjual akan kehilangan pembeli potensial yang jumlahnya banyak jika toko online-nya tidak mobile-friendly.
Toko online tidak memiliki testimonial positif dari pembeli.
Cara yang paling efektif membujuk pembeli untuk melakukan pembelian adalah melalui testimonial positif dari pembeli yang sebelumnya pernah bertransaksi. Pengalaman positif ini dituliskan pembeli dalam bentuk testimonial di toko online milik penjual. Jika toko online tidak memiliki testimonial positif, maka pembeli lain tidak akan terbujuk untuk berbelanja di sana. Penyebab toko online tidak memiliki testimonial positif antara lain karena penjual tidak menyediakan kolom atau ruang bagi pembeli untuk berkomentar, atau karena penjual tidak mampu membuat pembeli mau memberikan testimonialnya.