28/01/2017
Beberapa hari yang lalu, melalui media komunikasi online, seorang kawan dekat memberiku kabar. Beliau mengirimkan foto dan menanyakan beberapa lembar karpet yang di gelar dan jadi alas duduk anak-anak ini. "Iya, itu karpetnya Mas." jawabku.
Foto itu diberi judul :
"Sanggar anak titik kumpul bocah, dusun glondong, desa purwobinangun, kecamatan pakem, sleman, diy."
Saya coba cari di mesin pencarian google.com, berusaha mencari tahu sanggar ini. Namun belum mendapatkan informasi apapun soal aktivitas dan kegiatan Sanggar Anak Titik Kumpul Bocah di dusun Glondong. Yang ada hanya artikel yang memuat kepedulian adik-adik ini atas tragedi Olivia yang menjadi korban peristiwa bom di gereja oikumene.
Tapi apapun aktivitas adik-adik, saya yakin aktivitas mereka sangat positif. Tampak mereka serius berlatih maupun mencari ilmu. Terlebih tampak beberapa alat musik gamelan. "Mungkin sekali dalam seminggu mereka berlatih gamelan yang menjadi salah satu warisan kebudayaan Jawa" pikirku. Dan apabila didukung dengan alas duduk se-nyaman karpet, mungkin adik-adik ini lebih bersemangat lagi.
Sekarang saya jadi tahu, bahwa produk karpet gelaran sudah masuk ke desa-desa. Sebab beberapa hari kemudian, priyantun pakem sleman datang ke rumah dan membeli 10 lembar untuk di jual daerah sana.
Terimakasih masyarakat Jogja, terkhusus adik-adik Sanggar Anak Titik Kumpul Bocah dusun Glondong.
Semangat! Salam budaya! Dan Jogja tetap istimewa.