Fkmi Al-Iqtishad

Fkmi Al-Iqtishad Cerdas, Amanah, Kreatif, Akhlak mulia dan Profesional (CAKAP)

11/05/2016

"Jauhi segala yang haram,pastilah kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu,pastilah kamu menjadi orang yang paling kaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu,pastilah kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai bagi dirimu sendiri,pastilah kamu tergolong muslim. Dan janganlah terlalu banyak tertawa,sesungguhnya itu dapat mematikan hati." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Iblis Lebih Takut Kepada Orang Yang Berilmu Dibanding Ahli IbadahDiriwayatkan bahwa seseorang ahli ibadah dari kalangan ...
10/05/2016

Iblis Lebih Takut Kepada Orang Yang Berilmu Dibanding Ahli Ibadah


Diriwayatkan bahwa seseorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di biaranya yang terletak di atas gunung. Pada suatu hari sebagaimana bisa dia keluar dari tempat ibadahnya untuk berkeliling merenungkan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala di sekitar tempat ibadahnya. Di sela-sela dia berkeliling ini, dia melihat di jalan sesosok manusia yang menebarkan bau tidak sedap darinya. Ahli ibadah itu berpaling menuju ke tempat lain, sehingga dia terlindungi dari tercium bau ini. Ketika itu setan menampakkan diri dalam bentuk seorang laki-laki shalih yang memberi nasihat. Setan berkata kepadanya, “Sungguh amal-amal kebaikanmu telah menguap (sirna), dan persediaan amal kebaikanmu tidak dihitung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”.Lantas si ahli ibadah bertanya, “Mengapa?” Iblis menjawab, “Karena engkau enggan mencium bau anak cucu Adam semisal kamu.” Ketika wajah si ahli ibadah terlihat sedih, setan pun pura-pura merasa kasihan dan memberinya nasihat, “Jika engkau ingin agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahanmu, saya akan memberi nasihat kepadamu agar engkau mencari tikus gunung, lalu engkau gantungkan tikus itu di lehermu seraya beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sepanjang hidupmu. Si ahli ibadah yang bodoh ini pun melaksanakan nasihat setan yang sengaja mencari kesempatan ini. Selanjutnya, si ahli ibadah memburu tikus gunung. Dia pun terus-menerus beribadah dengan membawa najis dari enam puluh tahun sampai dia meninggal dunia (semua ibadahnya pun tidak sah).

Diriwayatkan dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah bahwa pada suatu hari beliau sedang berjalan di tempat lapang, tiba-tiba muncul cahaya terang di ufuk, kemudian dia mendengar suara memanggil, “Wahai Abdul Qadir saya adalah Rabbmu. Sungguh, telah aku halalkan untukmu semua hal-hal yang haram.” Lantas Abdul Qadir berkata, “Enyahlah kau, wahai makhuk terkutuk!” Seketika itu, cahaya tersebut berubah menjadi gelap. Tiba-tiba muncul suara mengatakan, “Wahai Abdul Qadir! Sungguh, engkau telah selamat dariku lantaran pengetahuanmu tentang Rabbmu dan ilmu fikihmu. Sesungguhnya aku telah menyesatkan tujuh puluh orang dari kalangan ahli ibadah senior dengan cara seperti ini. Seandainya tidak karena ilmu, pastilah aku dapat menyesatkanmu seperti mereka.”

Diriwayatkan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam pada suatu hari berdiam di atas gunung. Lantas Iblis mendatanginya dan berkata kepadanya, “Bukanka engkau mengatakan bahwa manusia yang telah dikehendaki mati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, pastilah dia mati?” Nabi Isa ‘alaihissalam menjawab, “Iya.” Iblis bertanya lagi, “Kalau tidak?” Dia menjawab, “Tidak akan mati.” Ketika itu Iblis –laknat Allah atasnya- berkata kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, “Kalau demikian, lemparkanlah dirimu dari atas gunung. Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki engkau mati, amak engkau akan mati. Dan jika Dia tidak menghendaki, maka engkau tidaka kan mati.” Lantas Nabi Isa berkata kepadanya, “Enyahlah kau, wahai makhluk terkutuk! Sesungguhnya Allah-lah yang menguji hamba-Nya. Sedangkan hamba-Nya tidak berhak menguji-Nya.”

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil berpuasa selama tujuh puluh tahun. Setiap tahunnya hanya tujuh hari dia tidak berpuasa. Lantas dia memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diperlihatkan bagaimana setan menggoda manusia. Ketika sampai waktu yang cukup lama dia masih saja tidak melihat hal tersebut, maka dia berkata, “Seandainya saya meneliti kesalahan-kesalahanku dan dosa-dosaku kepada Rabbku niscaya lebih baik dari apa yang saya mohon ini.” Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus malaikat kepadanya, lalu malaikat berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusku. Dia berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya perkataan yang baru saja engkau ucapkan lebih Kucintai dari pada ibadahmu yang telah lalu. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuka tabir matamu, maka lihatlah!’.” Lalu dia pun dapat melihat. Ternyata bala tentara Iblis mengelilingi bumi. Dengan demikian, tidak ada seorang pun melainkan dikerubuti setan sebagaimana lalat mengerubuti bangkai. Lantas dia berkata, “Wahai Rabbku! Siapakah yang dapat selamat dari hal ini?” Rabb menjawab, “Orang yang mempunyai wara dan lemah lembut.”

Dikatakan bahwa di pagi hari Iblis mengumumkan kepada bala tentaranya di bumi. Ia berkata, “Barangsiapa menyesastkan seorang muslim, maka saya akan memakaikan mahkota kepadanya.” Lalu salah satu dari bala tentara setan berkata kepadanya, “Saya terus-menerus menggoda si fulan sehingga dia menceraikan istrinya.” Iblis berkata, “Ia hampir menikah.” Bala tentara lain lapor, “Saya terus-menerus menggoda si fulan sehingga dia durhaka kepada orang tuanya.” Iblis berkata, “Dia hampir berbakti kepada kedua orang tuanya.” Bala tentara lain lagi berkata, “Saya terus menerus menggoda si fulan sehingga dia berbuat zina.” Iblis berkata, “Bagus kamu.” Bala tentara lain lagi berkata, “Saya terus menerus menggoda si fulan sehingga dia minum arak.” Iblis berkata, “Bagus kamu.” Bala tentara lain lagi berkata, “Saya terus-menerus menggoda si fulan sehingga dia membunuh.” Iblis menjawab, “Bagus, kamu, kamu.”

Dikatakan bahwa setan berkata kepada seorang perempuan, “Kamu adalah separuh dari bala tentaraku. Kamu adalah anak panah yang saya lemparkan yang tidak akan pernah meleset. Kamu adalah tempat rahasiaku. Kamu adalah utusanku untuk memenuhi kebutuhanku.”
“ Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat,maka hendaklah dengan ilmu,Barangsiapa yang menginginkan keduanya,maka hendaklah dengan ilmu “. – Imam As-Syafi’i-

Sumber: www.KisahMuslim.com ,(dengan perubahan)

"katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk ALLAH, Rabb semesta alam." [QS. Al An'a...
07/05/2016

"katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk ALLAH, Rabb semesta alam." [QS. Al An'am : 162]

SARANA (Semarak Ramadhan Penuh Makna ) FKMI Al-IqtishadH-30 Bulan Suci Ramadhan"Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanf...
06/05/2016

SARANA (Semarak Ramadhan Penuh Makna ) FKMI Al-Iqtishad

H-30 Bulan Suci Ramadhan

"Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu,minta tolonglah pada Allah,jangan engkau lemah. "
(HR. Muslim)

03/05/2016

Tulisan Salim A. Fillah yang Menyentak Nurani Muslim Indonesia

Sebuah tulisan yang menyentak nurani umat Islam Indonesia menyebar melalui broadcast sosial media Blackberry Messenger dan WhatsApp. Tulisan yang ditulis oleh Salim A. Fillah, Ustadz muda dan penulis buku-buku Islam ini, menuturkan apa yang disampaikan oleh seorang Ulama Palestina, Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah tentang Peradaban Islam yang silih berganti dipimpin dari bangsa satu ke bangsa yang lain. Hingga menceritakan siapa kelak yang akan memimpin peradaban Islam selanjutnya dan membebaskan Al-Aqsha. Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina itu, seperti disebut Salim, menyitir hadist RasululLah bahwa pemimpin peradaban itu berasal dari Timur.Berikut tulisannya.

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."

"Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah 'Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak 'Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia."

"Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya."

"Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk."

"Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah p**a memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; 'Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih."

"Ketika Daulah 'Aliyah 'Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini."

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek", katanya sedikit tertawa, "Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini."

"Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para 'Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke", ujar beliau terkekeh.

"Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam."

"Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah."

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..

_Salim A. Fillah_

02/05/2016

Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda Pembunuh

Ketika Umar bin khattab sedang duduk di bawah pohon kurma di dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat dan sedang asyik berdiskusi tentang sesuatu. Di kejauhan datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda diantaranya memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit diantara mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Amirul Mukminin, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata, "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".

Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh. "Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh. "Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar. "Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab. Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas, "Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar. "Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.

"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin". Ternyata Salman al Farisy yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya.Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi.Hadirin mulai terisak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali. ”Itu dia!” teriak Umar, “Dia datang menepati janjinya!”. Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. Aku..” ujarnya dengan susah payah, “Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu..”. ”Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana..” ”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?”

”Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan di kalangan Muslimin tak ada lagi ksatria tepat janji.” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya, “Lalu kau Salman, mengapa kau mau menjamin orang yang baru saja kau kenal? “
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”, Salman menjawab dengan mantap. Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu. ”Allahu Akbar!”

Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak, “Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”. Semua orang tersentak kaget.
“Kalian..” ujar Umar, “Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru. ”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya” ujar kedua pemuda membahana.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin. Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.

Begitupun kita disini, dihari ini, saat ini sambil menyisipkan sebersit rasa iri karena tak bisa merasakannya langsung bersama saudara- saudara kita pada saat itu.
Kedua bersaudara yang menuntut berkata “Ketika ada orang-orang seperti ini, bagaimana mungkin seorang Muslim meminta ampunan, namun tidak ada seorang pun yang mau mengampuninya?” Jadi mereka mengampuni pemuda itu.
Inilah pusaka masa lalu Islam. Inilah sikap Muslim. Inilah mengapa pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, mereka mampu menjangkau perbatasan Cina hingga ke selatan Perancis. Karena mereka mempunyai hubungan yang kuat dengan Allah, mereka melakukan segala sesuatunya dengan ihsan, dan mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.

sumber :www.anaksaleh.com

14/01/2015

Bismillaah ...

Sahabat, saudaraku fillah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana kita maklumi bersama,bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala pikiran, perasaan dan segala sesuatu yang terbesit dalam hati, baik yang diucapkan maupun tidak, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mengetahui kehendak, kebutuhan serta segala aktifitas manusia.

Ketika kita menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, maka akan lahir kesadaran bahwa dimanapun berada tentulah selalu berbuat baik dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meskipun demikian kerap kali iblis tidak akan henti-hentinya menggoda, dan menjerumuskan manusia agar menjadi temannya dalam menjalankan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menentang segala perintah-Nya, baik ketika manusia dalam keadaan diam maupun beraktifitas, baik dalam keadaan sendiri maupun berkelompok. Hal ini karena iblis telah memproklamasikan diri sampai akhir zaman, untuk menggoda dan menghasut manusia agar berada dalam kesesatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“(Iblis)..menjawab’ Demi kemulian-Mu,pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”,.kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka. (QS. Shaad : 82-83).

Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran diatas, dapat kita pahami, bahwa iblis telah bersumpah, akan menghalang-halangi dan menyesatkan Adam Alaihi Salam dan anak cucunya, kecuali orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat, saudaraku fillah, untuk menghidari dan menolak segala godaan dan hasutan iblis, salah satunya ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan adanya rasa senantiasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, kita akan terhidar dari bisikan, godaan dan hasutan iblis yang mengarah berbuat kemaksiatan dan melalaikan perintah-Nya.

Sejalan dengan pengawasan dalam Islam sering disebut ‘Muroqobah’, secara harfiah muroqobah dapat diartikan sebagai mengawasi atau mengintai, menurut Imam Al Qusyairi ‘muroqobah adalah dimana seorang hamba mengetahui sepenuhnya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melihat dan mengawasi segala aktfitas manusia.

Sejatinya seorang Muslim keyakinan inilah yang tentunya harus menancap, dan mendarah daging dalam lubuk hati, karena dengan adanya keyakinan dan kesadaran muroqobah yang kuat, seseorang tidak akan berani berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, kemungkaran, kejahatan dan kesalahan, serta tidak akan berani melanggar segala aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena adanya suatu keyakinan kuat, bahwa apapun dikerjakannya dan segala amal perbuatannya akan mendapat ganjarannya, karena sadar ada malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mencatat setiap amal kita, sekecil dan sebesar apapun tanpa terlewatkan, malaikat Raqib pencatat amal baik dan malaikat Atid sebagai pencatat amal buruk.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

‘Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat’’Raqiibun Atid” (QS. Qaaf : 18).

Pada hakikatnya tidak ada ruang dan waktu yang lepas, dari pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan muroqobah mengajarkan kita agar meningkatkan ibadah dan kesadaran, bahwa dimanapun kita berada Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dan tiada yang luput dari pengawasan-Nya.

Dan bila muroqobah telah terpatri dalam hati seorang Muslim, ia akan berusaha menjalani hidup ini dengan penuh ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaupun ia sempat tergoda karena dalam diri manusia selalu ada peluang yang dipengaruhi iblis, pasti akan segera dinetralisasi oleh dasar iman yang kuat, dan pasti akan mengurungkan niat yang dibisikan oleh iblis, serta muncul keasadaran sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi segala aktfitas manusia.

*Selamat menempuh ujian akhir sahabat saudaraku fillah, ingat muroqobah Allah (merasa selalu diawasi Allah), Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui maka lakukan yang terbaik dengan cara yang baik insyaaALLAH akan mendapatkan hasil yang baik InsyaaALLAH. Aamiin. SemangkA! *Semangat karena Allah!

Demikian semoga bermanfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang diridhai dan di cintai-Nya. Aamiin Allahuma Aamiin.Bismillaah ...

Sahabat, saudaraku fillah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana kita maklumi bersama,bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala pikiran, perasaan dan segala sesuatu yang terbesit dalam hati, baik yang diucapkan maupun tidak, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mengetahui kehendak, kebutuhan serta segala aktifitas manusia.

Ketika kita menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, maka akan lahir kesadaran bahwa dimanapun berada tentulah selalu berbuat baik dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meskipun demikian kerap kali iblis tidak akan henti-hentinya menggoda, dan menjerumuskan manusia agar menjadi temannya dalam menjalankan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menentang segala perintah-Nya, baik ketika manusia dalam keadaan diam maupun beraktifitas, baik dalam keadaan sendiri maupun berkelompok. Hal ini karena iblis telah memproklamasikan diri sampai akhir zaman, untuk menggoda dan menghasut manusia agar berada dalam kesesatan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“(Iblis)..menjawab’ Demi kemulian-Mu,pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”,.kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka. (QS. Shaad : 82-83).

Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran diatas, dapat kita pahami, bahwa iblis telah bersumpah, akan menghalang-halangi dan menyesatkan Adam Alaihi Salam dan anak cucunya, kecuali orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat, saudaraku fillah, untuk menghidari dan menolak segala godaan dan hasutan iblis, salah satunya ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan adanya rasa senantiasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, kita akan terhidar dari bisikan, godaan dan hasutan iblis yang mengarah berbuat kemaksiatan dan melalaikan perintah-Nya.

Sejalan dengan pengawasan dalam Islam sering disebut ‘Muroqobah’, secara harfiah muroqobah dapat diartikan sebagai mengawasi atau mengintai, menurut Imam Al Qusyairi ‘muroqobah adalah dimana seorang hamba mengetahui sepenuhnya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melihat dan mengawasi segala aktfitas manusia.

Sejatinya seorang Muslim keyakinan inilah yang tentunya harus menancap, dan mendarah daging dalam lubuk hati, karena dengan adanya keyakinan dan kesadaran muroqobah yang kuat, seseorang tidak akan berani berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, kemungkaran, kejahatan dan kesalahan, serta tidak akan berani melanggar segala aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena adanya suatu keyakinan kuat, bahwa apapun dikerjakannya dan segala amal perbuatannya akan mendapat ganjarannya, karena sadar ada malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mencatat setiap amal kita, sekecil dan sebesar apapun tanpa terlewatkan, malaikat Raqib pencatat amal baik dan malaikat Atid sebagai pencatat amal buruk.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

‘Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat’’Raqiibun Atid” (QS. Qaaf : 18).

Pada hakikatnya tidak ada ruang dan waktu yang lepas, dari pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan muroqobah mengajarkan kita agar meningkatkan ibadah dan kesadaran, bahwa dimanapun kita berada Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dan tiada yang luput dari pengawasan-Nya.

Dan bila muroqobah telah terpatri dalam hati seorang Muslim, ia akan berusaha menjalani hidup ini dengan penuh ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaupun ia sempat tergoda karena dalam diri manusia selalu ada peluang yang dipengaruhi iblis, pasti akan segera dinetralisasi oleh dasar iman yang kuat, dan pasti akan mengurungkan niat yang dibisikan oleh iblis, serta muncul keasadaran sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi segala aktfitas manusia.

*Selamat menempuh ujian akhir sahabat saudaraku fillah, ingat muroqobah Allah (merasa selalu diawasi Allah), Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui maka lakukan yang terbaik dengan cara yang baik insyaaALLAH akan mendapatkan hasil yang baik :) InsyaaALLAH. Aamiin. SemangkA! *Semangat karena Allah! ^_^

Demikian semoga bermanfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang diridhai dan di cintai-Nya. Aamiin Allahuma Aamiin.

Bismillaah ...Fkmi Al-Iqtishad Present :Seminar "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses" bersama Setia Furqon Kholid (Motivator...
20/10/2014

Bismillaah ...
Fkmi Al-Iqtishad Present :
Seminar "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses" bersama Setia Furqon Kholid (Motivator Nasional). InsyaaALLAH 15 November 2014 Untan.

Buruan daftar dengan cara :
ketik JKKGS (spasi) Nama (spasi) asal, kirim ke 0812-5168-2880 (Widarna), atau bisa daftar langsung ke Mushola Fkmi Al-Iqtishad Fakultas Ekonomi UNTAN dan di ATD Hardware [Jalan Dr. Sutomo, depan Lucas Motor]
HTM : Rp 30ribu. Grab it fast! Batas akhir pendaftaran tanggal 14 November 2014.

Bkmi Untan Pontianak | Puskomda Kalbar | FSLDKN XVII 2015

19/10/2014

Bismillaah ...
Fkmi Al-Iqtishad Present :
Seminar "Jangan Kuliah! Kalau Gak Sukses" bersama Setia Furqon Kholid (Motivator Nasional). InsyaaALLAH 15 November 2014 Untan.

Buruan daftar dengan cara :
ketik JKKGS (spasi) Nama (spasi) asal kirim ke 0812-5168-2880, atau bisa daftar langsung ke Mushola Fkmi Al-Iqtishad dan di ATD Hardware [Jalan Dr. Sutomo, depan Lucas Motor]
HTM : Rp 30ribu. Grab it fast! :)

Bkmi Untan Pontianak | Puskomda Kalbar | Fsldkn XVII 2015

Segera hadir ...Dan ikutilah :)Insya Allah awal hijrah yg baikDan insya Allah akn menjadi lebih baik utk yg baikYuukk......
23/08/2014

Segera hadir ...
Dan ikutilah :)
Insya Allah awal hijrah yg baik
Dan insya Allah akn menjadi lebih baik utk yg baik

Yuukk....
:)

Bismillah ...06-06-2014 adalah hari istimewa, Fkmi Al-Iqtishad MILAD ke-19.|| Nineteen to Something ||"Dengan bertambahn...
02/06/2014

Bismillah ...
06-06-2014 adalah hari istimewa, Fkmi Al-Iqtishad MILAD ke-19.
|| Nineteen to Something ||
"Dengan bertambahnya usia mari kita tingkatkan keimanan, prestasi ibadah, ukhuwah islamiyah"

InshaaALLAH kami punya rangkaian agenda special di hari yang special juga, dicatet jadwalnya dan jangan sampai ketinggalan yaaa ^_^ :
1. Special MILAD | Bekam Massal
[6 Juni 2014, Pukul 13:00-selesai]
"Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah/bekam." (Muttafaq 'alaihi, Hadits Shohih Bukhari (no. 2280) dan Hadits bekam Shahih Muslim (no. 2214)
Daftar : Nama (spasi) Bekam
Khusus Bekam, PESERTA TERBATAS !!!

2. Special ISRA' MI'RAJ | Tablik Akbar with Ustadz Misyruqi LC “Isra’ Mi’raj Sebagai Momentum Perbaikan Diri Secara Kaffah”
[7 Juni 2014, Pukul 07:30-11:00]

3. Special RAMADHAN | Tarhib (Pembekalan) Ramadhan with Ustadz Harjani LC
[19 Juni 2014, 15:30-selesai]

CP :
Ikhwan/Cowok (Agustiansyah) 0896-3425-7490
Akhwat/Cewek (Agustina) 0856-5421-7816

Fkmi Al-Iqtishad, Feeling Glad To Be Here ^_^

Twitter :
Facebook : Fkmi Al-Iqtishad
Youtube : Fkmi Al-Iqtishad
Yahoo : [email protected]
Gmail : [email protected]

31/05/2014

Seorang Adik berusia sekitar 8 tahun, bertanya pada Abangnya ...
Adik : "Bang, kenapa Abang shalat di Masjid? Kan bisa shalat dirumah."
Abang : (berpikir) "Hemmm .. Kalau Adek masuk Mall, terus ada toko baju yang diskonnya banyak dan ada toko yang kasih diskon dikit, Adek mau masuk yg mana?"
Adik : "Tentu toko yang kasih diskon banyak."
Abang : "Gitu juga Abang, Abang shalat di Masjid karena pahalanya banyak."

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, 'Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Shalat seseorang dengan berjama'ah lebih besar pahalanya sebanyak 25 atau 27 derajat daripada shalat di rumahnya atau di pasar (maksudnya shalat sendirian). Hal itu dikarenakan apabila salah seorang di antara kamu telah berwudhu dengan baik kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang menggerakkan untuk itu kecuali karena dia ingin shalat, maka tidak satu langkah pun yang dilangkahkannya kecuali dengannya dinaikkan satu derajat baginya dan dihapuskan satu kesalahan darinya sampai dia memasuki masjid. Dan apabila dia masuk masjid, maka ia terhitung shalat selama shalat menjadi penyebab baginya untuk tetap berada di dalam masjid itu, dan malaikat pun mengucapkan shalawat kepada salah seorang dari kamu selama dia duduk di tempat shalatnya. Para malaikat berkata, 'Ya Allah, berilah rahmat kepadanya, ampunilah dia dan terimalah taubatnya.' Selama ia tidak berbuat hal yang mengganggu dan tetap berada dalam keadaan suci'. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat :)

Address

Pontianak

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fkmi Al-Iqtishad posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Fkmi Al-Iqtishad:

Share