14/01/2015
Bismillaah ...
Sahabat, saudaraku fillah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana kita maklumi bersama,bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala pikiran, perasaan dan segala sesuatu yang terbesit dalam hati, baik yang diucapkan maupun tidak, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mengetahui kehendak, kebutuhan serta segala aktifitas manusia.
Ketika kita menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, maka akan lahir kesadaran bahwa dimanapun berada tentulah selalu berbuat baik dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Meskipun demikian kerap kali iblis tidak akan henti-hentinya menggoda, dan menjerumuskan manusia agar menjadi temannya dalam menjalankan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menentang segala perintah-Nya, baik ketika manusia dalam keadaan diam maupun beraktifitas, baik dalam keadaan sendiri maupun berkelompok. Hal ini karena iblis telah memproklamasikan diri sampai akhir zaman, untuk menggoda dan menghasut manusia agar berada dalam kesesatan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“(Iblis)..menjawab’ Demi kemulian-Mu,pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”,.kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka. (QS. Shaad : 82-83).
Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran diatas, dapat kita pahami, bahwa iblis telah bersumpah, akan menghalang-halangi dan menyesatkan Adam Alaihi Salam dan anak cucunya, kecuali orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sahabat, saudaraku fillah, untuk menghidari dan menolak segala godaan dan hasutan iblis, salah satunya ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan adanya rasa senantiasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, kita akan terhidar dari bisikan, godaan dan hasutan iblis yang mengarah berbuat kemaksiatan dan melalaikan perintah-Nya.
Sejalan dengan pengawasan dalam Islam sering disebut ‘Muroqobah’, secara harfiah muroqobah dapat diartikan sebagai mengawasi atau mengintai, menurut Imam Al Qusyairi ‘muroqobah adalah dimana seorang hamba mengetahui sepenuhnya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melihat dan mengawasi segala aktfitas manusia.
Sejatinya seorang Muslim keyakinan inilah yang tentunya harus menancap, dan mendarah daging dalam lubuk hati, karena dengan adanya keyakinan dan kesadaran muroqobah yang kuat, seseorang tidak akan berani berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, kemungkaran, kejahatan dan kesalahan, serta tidak akan berani melanggar segala aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena adanya suatu keyakinan kuat, bahwa apapun dikerjakannya dan segala amal perbuatannya akan mendapat ganjarannya, karena sadar ada malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mencatat setiap amal kita, sekecil dan sebesar apapun tanpa terlewatkan, malaikat Raqib pencatat amal baik dan malaikat Atid sebagai pencatat amal buruk.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
‘Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat’’Raqiibun Atid” (QS. Qaaf : 18).
Pada hakikatnya tidak ada ruang dan waktu yang lepas, dari pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan muroqobah mengajarkan kita agar meningkatkan ibadah dan kesadaran, bahwa dimanapun kita berada Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dan tiada yang luput dari pengawasan-Nya.
Dan bila muroqobah telah terpatri dalam hati seorang Muslim, ia akan berusaha menjalani hidup ini dengan penuh ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaupun ia sempat tergoda karena dalam diri manusia selalu ada peluang yang dipengaruhi iblis, pasti akan segera dinetralisasi oleh dasar iman yang kuat, dan pasti akan mengurungkan niat yang dibisikan oleh iblis, serta muncul keasadaran sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi segala aktfitas manusia.
*Selamat menempuh ujian akhir sahabat saudaraku fillah, ingat muroqobah Allah (merasa selalu diawasi Allah), Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui maka lakukan yang terbaik dengan cara yang baik insyaaALLAH akan mendapatkan hasil yang baik InsyaaALLAH. Aamiin. SemangkA! *Semangat karena Allah!
Demikian semoga bermanfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang diridhai dan di cintai-Nya. Aamiin Allahuma Aamiin.Bismillaah ...
Sahabat, saudaraku fillah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana kita maklumi bersama,bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala pikiran, perasaan dan segala sesuatu yang terbesit dalam hati, baik yang diucapkan maupun tidak, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mengetahui kehendak, kebutuhan serta segala aktifitas manusia.
Ketika kita menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, maka akan lahir kesadaran bahwa dimanapun berada tentulah selalu berbuat baik dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Meskipun demikian kerap kali iblis tidak akan henti-hentinya menggoda, dan menjerumuskan manusia agar menjadi temannya dalam menjalankan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menentang segala perintah-Nya, baik ketika manusia dalam keadaan diam maupun beraktifitas, baik dalam keadaan sendiri maupun berkelompok. Hal ini karena iblis telah memproklamasikan diri sampai akhir zaman, untuk menggoda dan menghasut manusia agar berada dalam kesesatan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“(Iblis)..menjawab’ Demi kemulian-Mu,pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya”,.kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka. (QS. Shaad : 82-83).
Ayat yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran diatas, dapat kita pahami, bahwa iblis telah bersumpah, akan menghalang-halangi dan menyesatkan Adam Alaihi Salam dan anak cucunya, kecuali orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sahabat, saudaraku fillah, untuk menghidari dan menolak segala godaan dan hasutan iblis, salah satunya ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa selalu berada dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan adanya rasa senantiasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui, kita akan terhidar dari bisikan, godaan dan hasutan iblis yang mengarah berbuat kemaksiatan dan melalaikan perintah-Nya.
Sejalan dengan pengawasan dalam Islam sering disebut ‘Muroqobah’, secara harfiah muroqobah dapat diartikan sebagai mengawasi atau mengintai, menurut Imam Al Qusyairi ‘muroqobah adalah dimana seorang hamba mengetahui sepenuhnya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melihat dan mengawasi segala aktfitas manusia.
Sejatinya seorang Muslim keyakinan inilah yang tentunya harus menancap, dan mendarah daging dalam lubuk hati, karena dengan adanya keyakinan dan kesadaran muroqobah yang kuat, seseorang tidak akan berani berbuat kemaksiatan-kemaksiatan, kemungkaran, kejahatan dan kesalahan, serta tidak akan berani melanggar segala aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena adanya suatu keyakinan kuat, bahwa apapun dikerjakannya dan segala amal perbuatannya akan mendapat ganjarannya, karena sadar ada malaikat Raqib dan Atid yang senantiasa mencatat setiap amal kita, sekecil dan sebesar apapun tanpa terlewatkan, malaikat Raqib pencatat amal baik dan malaikat Atid sebagai pencatat amal buruk.
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
‘Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat’’Raqiibun Atid” (QS. Qaaf : 18).
Pada hakikatnya tidak ada ruang dan waktu yang lepas, dari pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan muroqobah mengajarkan kita agar meningkatkan ibadah dan kesadaran, bahwa dimanapun kita berada Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dan tiada yang luput dari pengawasan-Nya.
Dan bila muroqobah telah terpatri dalam hati seorang Muslim, ia akan berusaha menjalani hidup ini dengan penuh ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalaupun ia sempat tergoda karena dalam diri manusia selalu ada peluang yang dipengaruhi iblis, pasti akan segera dinetralisasi oleh dasar iman yang kuat, dan pasti akan mengurungkan niat yang dibisikan oleh iblis, serta muncul keasadaran sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi segala aktfitas manusia.
*Selamat menempuh ujian akhir sahabat saudaraku fillah, ingat muroqobah Allah (merasa selalu diawasi Allah), Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui maka lakukan yang terbaik dengan cara yang baik insyaaALLAH akan mendapatkan hasil yang baik :) InsyaaALLAH. Aamiin. SemangkA! *Semangat karena Allah! ^_^
Demikian semoga bermanfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang diridhai dan di cintai-Nya. Aamiin Allahuma Aamiin.