Dakwah Menyentuh Hati

Dakwah Menyentuh Hati "Maka disebabkan rahmat dari ALLAH-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. (Al-Imran :159)

Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu."

LOWONGAN GURUPP. DAARUL UKHUWWAH Malang (Putra)
21/06/2022

LOWONGAN GURU
PP. DAARUL UKHUWWAH Malang (Putra)

LOWONGAN GURU

PP. DAARUL UKHUWWAH Malang (Putra)
Tahun Pelajaran 2022/2023

Dibutuhkan segera
1. Pengajar al-Qur'an (2 Orang)
2. Pengajar bahasa Arab (3 Orang)

📋 PERSYARATAN UMUM
- Laki-laki.
- Beraqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
-Tdk terikat dg Instansi/sekolah lain.
- Mampu berkomunikasi dengan baik.
- Mampu membaca Al-Qur'an dengan baik.
- Mampu mengoperasikan komputer (minimal word, excel, internet).
- Tidak merokok.
- Telaten dan Loyal.
- Jujur, Bertanggung Jawab & siap menjadi Qudwah Hasanah.
- Disiplin dan bisa bekerja dalam tim (team work).
- Diutamakan yg sudah berpengalaman dalam dunia mengajar (linier dg jurusan).

Persyaratan Khusus:
¤ Bagi pengajar al-Qur'an:
- Diutamakan hafal 30 juz
- Bersedia tinggal di dalam pondok
¤ Bagi pengajar al-Qur'an dan Bahasa Arab
- Bersedia mengikuti pembinaan rutin pekanan & seluruh peraturan pondok yg berlaku..

Kirimkan Surat Lamaran ke PP. Daarul Ukhuwwah
Alamat: Dusun Bamban Gg. 1 RT 03 RW 05, Desa Asrikaton Kec. Pakis Malang 65154
_atau_
Email: [email protected]

📩 Berkas yg dikirimkan sbb:
1. Surat lamaran
2. CV (Curiculum Vitae)
3. Fc Ijazah Terakhir
(Untuk pengajar bahasa Arab, min. S1)
4. Fc Akte Kelahiran
5. Fc KK
6. Fc KTP.
7. Contoh i'dad/RPP 1 pertemuan (Tatap Muka)

📞 Info lebih lanjut bisa hub :
081357070200 (ust. Yasak)

Waktu pengiriman berkas lamaran paling lambat tanggal, 25 Juni 2022

Penerimaan Calon Santri Baru  Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang tahun ajaran 2020 - 2021.▪ Pendaftaran1 Januari - ...
15/02/2020

Penerimaan Calon Santri Baru Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang tahun ajaran 2020 - 2021.

▪ Pendaftaran
1 Januari - 15 Februari 2020.

▪Ujian Masuk
16 Februari 2020 pukul 08:00 - 12:00

▪ Pengumuman
23 Februari 2020

▪Informasi lebih lanjut dapat menghubungi
081944859885 (M Asadullah)

▪LINK PENDAFTARAN
https://psb.daarul-ukhuwwah.org

▪DATA PENTING PENDAFTARAN
-Nomor KK
-Nomor NIK Calon Santri
-Nama Lengkap sesuai Akte
-Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Dapat diminta di sekolah saat ini
-Nomor Hp
-email

Note : Bagi Peserta Luar Kota Disediakan Test Online. Buruan Hari ini Terakhir pendaftaran Info Pendaftaran 081944859885 (M Asadullah)

BismillahirrohmanirrohimIslam dan Bisnis adalah sebuah kesatuan. Memahami bisnis dalam pandangan Islam hal yang wajib di...
04/09/2018

Bismillahirrohmanirrohim

Islam dan Bisnis adalah sebuah kesatuan. Memahami bisnis dalam pandangan Islam hal yang wajib diketahui segenap kaum muslimin terutama para pelaku Bisnis.

Mengundang Para Entreupreneur dan Pelaku bisnis dalam event Workshop 2 Hari BISNIS SYARIAH Bersama Founder Tazkiyatuna.com Dosen UIN Malang Ustadz Dr. Akhmad DJalaludin, Lc, MA

Dilaksanakan pada Hari Jumat dan Sabtu : 7 -8 September 2018 pk. 08.00 s/d 17.00 WIB
Tempat : B WALK (Pondok Wisata Dau Sengkaling Malang)

Fasilitas :
1. Makan
2. 2x Snack CoffeBreak
3. Makalah/Materi
4. Konsultasi dan Member Muamalah Institute

Konfirmasi Kehadiran : BAYU RISDIANTO (08983482808)
Kontribusi Infaq : Rp. 500.000

Berdoa dan Bersyukurlah saat- HUJAN TURUN-Ketika muncul mendung, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu khawatir, jan...
05/01/2018

Berdoa dan Bersyukurlah saat
- HUJAN TURUN-

Ketika muncul mendung, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu khawatir, jangan-jangan akan datang adzab dan kemurkaan Allah. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan (yang belum berkumpul sempurna, pen) di salah satu ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya –meskipun dalam shalat- kemudian beliau kembali melakukannya lagi (jika hujan sudah selesai, pen). Ketika awan tadi telah hilang, beliau memuji Allah. Namun, jika turun hujan, beliau mengucapkan, “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].”[2]

’Aisyah radhiyallahu ’anha berkata,
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam apabila melihat mendung di langit, beliau beranjak ke depan, ke belakang atau beralih masuk atau keluar, dan berubahlah raut wajah beliau. Apabila hujan turun, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam mulai menenangkan hatinya. ’Aisyah sudah memaklumi jika beliau melakukan seperti itu. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan, ”Aku tidak mengetahui apa ini, seakan-akan inilah yang terjadi (pada Kaum ’Aad) sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), ”Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.” (QS. Al Ahqaf [46] : 24)”[3] .

Ibnu Hajar mengatakan, ”Hadits ini menunjukkan bahwa seharusnya seseorang menjadi kusut pikirannya jika ia mengingat-ingat apa yang terjadi pada umat di masa silam dan ini merupakan peringatan agar ia selalu merasa takut akan adzab sebagaimana ditimpakan kepada mereka yaitu umat-umat sebelumnya.”[4]

15/05/2017

-DO'A ISTIKHOROH-
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

15/05/2017

-AQIDAH-
Aqidah yang benar merupakan landasan (asas) bagi tegak agama (din) dan diterimanya suatu amal. Allah subahanahu wata`ala berfirman,
فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا.
Artinya: “Maka barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya (di akhirat), maka hendaklah ia beramal shalih dan tidak menyekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Kahfi: 110)

24/04/2017

Banyak penduduk bumi yang sibuk dengan kita, sibuk menceritakan banyak hal tentang kita. tapi, hanya penduduk langit yang mengerti sepenuhnya hati hati kita
Jangan lepaskan tangan kita untuk saling bergandeng tangan menuju syurga-Nya dengan saling mencintai karena Allah.

Mengingat Allah SWT dimanapun dan kapanpun.
05/04/2017

Mengingat Allah SWT dimanapun dan kapanpun.

05/04/2017

"KETIKA AKU JATUH CINTA"
-karena orang yang sedang dilanda asmara dia sering sekali tidak objektif-

Ketika aku jatuh cinta,
ketika benih-benih cinta itu mulai tumbuh, lalu berkembang, melihat kebaikan dia, kebijaksanaan dia, tutur kata dia, bahasa dia, penampilan dia, keshalihan dia dan semua hal yang kita lihat dan kita anggap kebaikan yang ada pada diri dia, MaasyAallah.
Pertanyaan-pertanyaan pun muncul ketika jatuh cinta:
“Ketika aku jatuh cinta, apa yang harus aku lakukan?”
“Ketika aku jatuh cinta, akan di bawa kemana perasaan ini?”
“Ketika aku jatuh cinta, Kemanakah perasaan ini akan berlabuh?”
Dan insyaallah tulisan ini akan membahas mengenai apa yang harus kita lakukan ketika kita jatuh cinta, dikutip dari kajian Oleh : Ustadz M. Nuzul Dzikri, Lc., Hafidzahullah-
Yang harus aku lakukan ketika aku jatuh cinta:
1. Hubungi Allah Azza Wa Jalla karena tidak ada pihak yang lebih baik dari Allah Azza Wa Jalla.
Kesalahan yang sering kita lakukan ketika kita jatuh cinta adalah menghubungi manusia terlebih dahulu, menghubungi teman terlebih dahulu, berkonsultasi dengannya yang padahal ia pun belum berpengalaman dalam hal ini.
Padahal urusan cinta adalah urusan yang besar karena menyangkut banyak hal dalam kehidupan kita, bukan hanya diri kita ataupun keluarga kita, namun menyangkut juga masa depan kita, keturunan-keturunan kita, dan generasi penerus kita. Sehingga seharusnya yang pertama kita lakukan adalah menghubungi Allah Azza Wa Jalla yang mahatahu akan hal yang nampak ataupun yang ghaib (QS: al-An’am(6):59).
kita tidak tahu masa depan kita seperti apa, jadi dalam urusan cinta ini seharusnya kita minta petunjuk kepada Allah Azza Wa Jalla demi kebaikan kita dan masa depan kita juga.

Janganlah kita sok pintar..,
Janganlah kita sombong.,
Janganlah kita sok tahu ketika kita jatuh cinta, sehingga kita tidak mengadukannya kepada Alla Azza Wa Jalla dan hanya mengandalkan diri dan perasaan kita. Jangan sampai kita berakhir tragis karena kesalahan kita dalam menyikapi perasan cinta kita.
2. Mengontrol perasaan yang hadir (QS: at-Taubah:24). Dosis yang harus kita kontrol adalah cinta kepada Allah Ta’ala, jangan sampai berkurang karena cinta kepada mahluk, bahkan jangan sampai rasa cinta kita mejadi gagal fokusnya.
Kita harus objektif, sehingga bisa terkontrol (letakkan di bawah Allah ta’ala dan Rosul-Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam-Nya.
3. Gunakan syari’at Allah Ta’ala untuk payung hukum kita. Pastikan dari langkah pertama kita sesuai dengan aturan syari’at.
Kalau dari awal sudah fatal salahnya maka akan berbahaya kedepannya, akan ada banyak kerugian yang diperoleh.
“Lantas akan di bawa kemana hubungan ini?”
Setiap kata (komunikasi) sesuai dengan hukum Allah ta’ala untuk kebhagiaan di masa depan.pastikan dngan syari’at. Tabayyun.
Diskusi: hati-hati kebablasan.
“katakan tidak pada pacaran”, ketika jatuh cinta karena ini (pacaran) sungguh bukanlah solusi.
4. Ta’aruf, susai dengan yang diatur syari’at, jangan membuat versi sendiri dan mencocok-cocokkan dalil. Na’udzubillah.
5. Lakukan test. Ketika kita tidak mendukung “pacaran” buka berarti kita harus asal-asalan dalam proses memilih. Lakukan test dengan cara yang baik dan tidak berlebihan.
6. Libatkan pihak lain untuk mengechek orang tersebut. Pilihlah pihak yang dapat dipercaya dan sudah berkeluarga/menikah, sehingga menghindari fitnah.

Wallahu’alam..,
Yogyakarta, 6 Rajab 1438 H

04/04/2017

PINTU KEMAKSIATAN
-(PANDANGAN)-
Maksiat masuk ke dalam diri seseorang hamba melalui empat pintu kemaksiatan salah satu diantaranya adalah PANDANGAN.
Pandangan adalah suatu dorongan yang muncul pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu. Apabila dorongan tersebut jelek maka itu adalah dorongan syahwat. Menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan.siapa saja sengaja melepaskan pandangan, sama artinya dengan menuntun dirinya kepada sumber kebinasaan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Yang artinya:
“sesungguhnya Allah telah menetapkan atas setiap bani Adam baginya dari zina. Dia pasti mendapatkannya dan tidak akan dapat mengelak; zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, nafsu berangan-angan dan mengharap, dan farj (kemaluan) membenarkan atau mendustakannya.” (Muttafaqun ‘alaih).
“Jangan engkau menyusuli pandangan dengan pandangan. Untukmu hanya (pandangan) yang pertama, sedang yang kedua bukan untukmu.”(HR. Tirmidzi)
“Pandangan itu panah yang berbisa diantara panah-panah iblis. Orang yang memejamkan matanya dari wanita, Allah mewariskan dalam hatinya iman (keindahan) sampai pada hari saat bertemu dengan-Nya”.
Nabi Muahammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda, “tundukkan pandanganmu dan jagalah kehormatanmu.”
Sabdanya -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- lagi. “hendaknya kalian menghindari duduk-duduk di pinggir jalan!”
Mereka bertanya, “Ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, itu adalah tempat-tempat duduk kami, lalu kami mesti dimana?”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab: “jika kalian masih melakukan itu, berikan kepada jalan haknya”.
Mereka bertanya,”apakah hak bagi jalan itu?”
Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab,”menundukkan pandangan, tidak mengganggu, dan menjawab salam.”(HR. Bukhari).
Pandangan merupakan awal dari kejadian buruk yang menimpa manusia. Pandangan dapat melahirkan perasaan, lalu perasaan akan melahirkan fikiran yang kemudian menumbuhkan syahwat. Yaitu syahwat untuk melampiaskan keinginan, lalu terjadilah perbuatan. Selama tidak ada yang menghalangi, perbuatan itu terjadi secara berulang-ulang hingga menjelma menjadi penyakit.
Dalam hal ini dikatakan, “sabar memejamkan pandangan akan lebih ringan akibatnya dari pada sabar terhadap rasa pedih sesudahnya (sesudah membiarkan pandangan lepas),”
Dikatakan oleh penyair:
“semua kejadian permulaannya adalah pandangan.
Besarnya api karena (bermula) dari percikan kecil.
Berapa banyak pandangan mengena hati pemiliknya.
Seperti mengenanya anak panah atau busur dengan talinya.
Pandangan mata akan berhenti pada perasaan dan bayangan.
Mudah cara mengatakan, suaranya tidak berbahaya.
Tiada sambutan menyenangkan, ia kembali membawa bencana”.

Penyakit dari pandangan adalah mendatangkan kecemasan, membawa percikan api yang kemudian membakar. Bagi pelakunya tidak akan mampu untuk menahan, bahkan ridak kuat memikulnya hingga menjadi suatu siksaan yang besar. Anda akan melihat sesuatu yang membuat anda tidak sabar dan tidak kuasa melihatnya, yaitu terjebak dalam bahaya pandangan.
Banyak orang yang melayangkan pandangan, lalu tidak bisa lepas dari apa yang ia pandang. Ia terlena di dalamnya bagaikan orang mati terbunuh. Pandangan mata itu bisa melukai hati, yang disusul dengan luka-luka berikutnya hingga seseorang tidak bisa melepaskan diri dari pedihnya luka akibat pandangan yang sudah dilepaskan secara berulang-ulang.
Kata seorang penyair:
“Engkau selalu mengiringi pandangan dengan pandangan.
Dalam mencari kesan dari semua yang indah dan manis.
Dan engkau mengira itu (adalah)obat lukamu.
Padahal ia sebenarnya pembuat luka di atas luka.
Engkau membunuh matamu dengan pandangan dan tangis.
Maka hatimu juga akan tersembelih dan tersembelih”.

Dikutip dari:
Amru Abdulmun’im Salim. Etika Berhias Wanita Muslimah. Hal.6
Ibnul Qoyyim Aljauziyyah. Terapi Penyakit Hati. Hal.231-233

24/03/2017

Sebagian manusia hidup tanpa tujuan yang mulia selain mengumpulkan kekayaan dunia, meski hal tersebut diperoleh dengan memerangi kebenaran mereka.

24/03/2017

ketidaktahuan merupakan sebab berpalingnya seseorang dari sesuatu. Oleh karenanya, mayoritas orang berpaling dari kebenaran dilatarbelakangi oleh ketidaktahuan mereka.

Address

Malang Raya
Malang
65143

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakwah Menyentuh Hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share