05/04/2017
"KETIKA AKU JATUH CINTA"
-karena orang yang sedang dilanda asmara dia sering sekali tidak objektif-
Ketika aku jatuh cinta,
ketika benih-benih cinta itu mulai tumbuh, lalu berkembang, melihat kebaikan dia, kebijaksanaan dia, tutur kata dia, bahasa dia, penampilan dia, keshalihan dia dan semua hal yang kita lihat dan kita anggap kebaikan yang ada pada diri dia, MaasyAallah.
Pertanyaan-pertanyaan pun muncul ketika jatuh cinta:
“Ketika aku jatuh cinta, apa yang harus aku lakukan?”
“Ketika aku jatuh cinta, akan di bawa kemana perasaan ini?”
“Ketika aku jatuh cinta, Kemanakah perasaan ini akan berlabuh?”
Dan insyaallah tulisan ini akan membahas mengenai apa yang harus kita lakukan ketika kita jatuh cinta, dikutip dari kajian Oleh : Ustadz M. Nuzul Dzikri, Lc., Hafidzahullah-
Yang harus aku lakukan ketika aku jatuh cinta:
1. Hubungi Allah Azza Wa Jalla karena tidak ada pihak yang lebih baik dari Allah Azza Wa Jalla.
Kesalahan yang sering kita lakukan ketika kita jatuh cinta adalah menghubungi manusia terlebih dahulu, menghubungi teman terlebih dahulu, berkonsultasi dengannya yang padahal ia pun belum berpengalaman dalam hal ini.
Padahal urusan cinta adalah urusan yang besar karena menyangkut banyak hal dalam kehidupan kita, bukan hanya diri kita ataupun keluarga kita, namun menyangkut juga masa depan kita, keturunan-keturunan kita, dan generasi penerus kita. Sehingga seharusnya yang pertama kita lakukan adalah menghubungi Allah Azza Wa Jalla yang mahatahu akan hal yang nampak ataupun yang ghaib (QS: al-An’am(6):59).
kita tidak tahu masa depan kita seperti apa, jadi dalam urusan cinta ini seharusnya kita minta petunjuk kepada Allah Azza Wa Jalla demi kebaikan kita dan masa depan kita juga.
Janganlah kita sok pintar..,
Janganlah kita sombong.,
Janganlah kita sok tahu ketika kita jatuh cinta, sehingga kita tidak mengadukannya kepada Alla Azza Wa Jalla dan hanya mengandalkan diri dan perasaan kita. Jangan sampai kita berakhir tragis karena kesalahan kita dalam menyikapi perasan cinta kita.
2. Mengontrol perasaan yang hadir (QS: at-Taubah:24). Dosis yang harus kita kontrol adalah cinta kepada Allah Ta’ala, jangan sampai berkurang karena cinta kepada mahluk, bahkan jangan sampai rasa cinta kita mejadi gagal fokusnya.
Kita harus objektif, sehingga bisa terkontrol (letakkan di bawah Allah ta’ala dan Rosul-Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam-Nya.
3. Gunakan syari’at Allah Ta’ala untuk payung hukum kita. Pastikan dari langkah pertama kita sesuai dengan aturan syari’at.
Kalau dari awal sudah fatal salahnya maka akan berbahaya kedepannya, akan ada banyak kerugian yang diperoleh.
“Lantas akan di bawa kemana hubungan ini?”
Setiap kata (komunikasi) sesuai dengan hukum Allah ta’ala untuk kebhagiaan di masa depan.pastikan dngan syari’at. Tabayyun.
Diskusi: hati-hati kebablasan.
“katakan tidak pada pacaran”, ketika jatuh cinta karena ini (pacaran) sungguh bukanlah solusi.
4. Ta’aruf, susai dengan yang diatur syari’at, jangan membuat versi sendiri dan mencocok-cocokkan dalil. Na’udzubillah.
5. Lakukan test. Ketika kita tidak mendukung “pacaran” buka berarti kita harus asal-asalan dalam proses memilih. Lakukan test dengan cara yang baik dan tidak berlebihan.
6. Libatkan pihak lain untuk mengechek orang tersebut. Pilihlah pihak yang dapat dipercaya dan sudah berkeluarga/menikah, sehingga menghindari fitnah.
Wallahu’alam..,
Yogyakarta, 6 Rajab 1438 H