15/03/2019
Kali ini kita akan membahas bahan material untuk membuat furniture.
4 kayu di gambar ini adalah bahan yang paling sering digunakan untuk kebutuhan pembuatan furniture. Tapi perlu diketahui kelemahan dan kelebihannya.
Banyak orang yang saya temui bingung kenapa bikin furniture lebih mahal daripada beli di toko-toko? Dan mereka kabur ketika mendengar perbedaan antar beli jadi dan bikin. Dan banyak p**a persepsi kalau bikin lebih "murah".
Anda perlu tahu karena yang Anda beli di toko bahannya berbeda dengan yang buatan. Pasti di rumah Anda ada lemari atau furniture lainnya bermerk inisial "O" sebagai pilihan tempat penyimpanan baju atau furniture pelengkap rumah. Bahan yang mereka gunakan adalah jenis partikel board (lihat foto terlampir). Bahan ini bahan paling murah, paling rapuh, dan tidak tahan terhadap air atau kondisi lembab. Dalam waktu yang singkat furniture jenis ini sudah kelihatan kerusakannya. Dan pengolahan furniture ini pabrikan artinya satu desain lemari bisa di produksi masal. Maka dari itu harganya sangat terjangkau.
Bahan kedua yang cukup populer adalah MDF (Medium Density Board). Bahan ini licin dipermukaannya, terbuat dari kayu olahan dari serpih-serpih kayu yang dipadatkan. MDF merupakan bahan yang padat dan berat daripada partikel board. Namun, sama dengan partikel board, tidak tahan terhadap air dan kelembaban, rapuh dan menimbulkan jamur.
Bahan ketiga yaitu Plywood/Multiplek. Bahan yang biasa kami gunakan dalam membuat furniture/mebel. Harga lebih mahal dari partikel board dan MDF. Plywood mempunyai beberapa macam antara lain plywood sengon, meranti dan semi (campuran meranti dan sengon). Yang terbaik adalah jenis Plywood Meranti karena ketahanan jauh lebih kuat dan padat. Saat pemotongan oleh tukang bahan plywood meranti tidak mudah pecah. Harga plywood meranti paling mahal dibanding plywood jenis sengon dan semi. Plywood lebih kuat terhadap air dan kelembaban dibanding partikel board dan MDF, namun tetap akan rapuh jika terjadi perendaman yang lama.
Dibanding furniture merk O yang pabrikasi memakai bahan partikel board dan lapisan finishing yang tipis (sheet), maka harga tidak bisa disamakan dengan furniture buatan memakai bahan plywood yang kuat dan dibuat berdasarkan pesanan. Dimana proses pembuatan pun akan menyesuaikan luas ruangan Anda dan desain bisa menyesuaikan keinginan Anda. Jika beli furniture jadi sering terjadi saat tiba dirumah begitu dipasang kalau tidak kebesayan ya kekecilan sehingga kurang pas dengan harapan Anda. Pilihan warna juga terbatas.
Bahan keempat adalah kayu Solid. Bahan ini jauh sangat kuat karena asli langsung dari alam. Namun bahan kayu solid saat ini sangatlah sulit didapatkan dan harga jauh lebih mahal. Pengolahan lebih ribet dan lama. Jenis kayu ini hanya diminati oleh peminatnya saja terutama yang s**a furniture klasik. Kelemahan jenis kayu solid ini adalah jika tingkat pengeringan kuran maka berpotensi memuai, dan retak/lengkung dikemudian hari. Sehingga bahan ini bukan pilihan kami untuk pembuatan furniture karena prosesnya juga sangat ribet dan memakan banyak waktu.
Kesimp**annya jika beli furniture jadi di toko furniture atau showroom itu lebih murah karena furniture tersebut barang pabrikan, satu desain diproduksi massal. Ukuran sama dan kelemahannya sering tidak pas saat dipasang di rumah. Umumnya menggunakan bahan material partikel board dan MDF yang tidak tahan air dan kelembaban serta lapisan finishing memakai sheet yang tipis sehingga gampang mengelupas.
Kalau furniture pesan ke jasa pembuatan furniture maka bahan pakai plywood/multiplek, finishing memakai lapisan HPL (High Pressure Laminated) tebal 0.7mm tahan gores, tahan api dan tahan air. Desain bisa menyesuaikan kebutuhan Anda, sesuai keinginan Anda, bisa menyesuaikan dengan lokasi dimana furniture nantinya diletakkan.
Ada pertanyaan seputar desain interior hunian Anda?
Kami dapat menjadi alternatif dalam mendesain, membuat furniture dan interior rumah Anda.
Silahkan hubungi kami di :
call/wa : 082245757457
atau kunjungi kami di :
www.57desaininterior.id
57interior.blogspot.com