GPIA El-Shaddai

GPIA El-Shaddai Gereja Pantekosta Isa Almasih EL Shaddai, Bekasi

04/02/2021

*“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.”*
Wahyu 3:11

Kematian datang menjemput satu demi satu dari semua yang hidup, seakan telah menjadi hal yang lumrah dan biasa. Namun jika itu terjadi pada dia yang kita kasihi, maka akan menjadi suatu kehilangan yang sangat besar. Dan hari-hari dimasa pandemi ini, sudah terlalu banyak keluarga yang mengalami kehilangan karena kematian orang yang dikasihi, karena tidak bisa bertahan ketika virus merasuk dalam tubuh mereka. Dan kesedihan begitu berat juga sedang menggelayuti bangsa ini, karena kematian demi kematian beredar dari pintu ke pintu, dari daerah, kota dan p**au di bangsa ini.

Kematian memang wajar bagi setiap yang hidup, namun yang perlu kita pastikan adalah kita ada di dalam Tuhan! 1 Tesalonika 4:13,14 yang menerangkan demikian: *"Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia."*

Dan perihal ini juga diperlengkapi oleh Rasul Paulus dalam Filipi 1:21 yang katakan: *"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."* _Apakah kita sudah sampai dalam pengenalan yang demikian, bahwa ada pintu sorga yang terbuka bagi kita, jika kita hidup bagi Kristus?_ Pada akhirnya kehidupan memang harus berhenti, Musa katakan dalam Mazmur 90:10, yaitu; *'masa hidup manusia tujuh puluh atau kalau kuat delapan puluh tahun dan isinya adalah penderitaan dan kesukaran,'* _sehingga kematian menjadi keuntungan yang melepaskan kita dari semua kesengsaraan dunia!_

_*Itu sebabnya hidup bukan hanya asal hidup dan selesai dengan kematian, tetapi hidup adalah kesempatan untuk membereskan diri sehingga kodrat Illahi melekatkan dalam diri kita sehingga mautpun tidak dapat memisahkan kita dari padaNya!*_ _Dan inilah kehendak dan rencana sempurnaNya bagi kita:_ *"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."* (Efesus 1:4) _*Pemberesan hidup harus terjadi,*_ dan inilah perintahNya: *"tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."* (1 Petrus 1:15‭-‬16)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

29/01/2021

*"Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah , Tuhanku, memberi keluputan dari maut."* (Mazmur 68:20‭-‬21)

Banyak persoalan yang harus dihadapi di muka bumi ini, dan terkadang begitu berat dan menakutkan, tetapi *Tuhan tetap menyatakan kehadiranNya, untuk meneguhkan dan mengokohkan kita sehingga kita dapat bangkit lagi dan terus bergerak meraih kemenangan.* Ulangan 31:8 katakan: *"Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."* _*Kita memiliki Allah yang setia, yang berjanji dan pasti menggenapi,*_ FirmanNya: *"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?"*
(Yesaya 46:5)

Dan kataNya lagi: *"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."* (Yesaya 46:4) _Jika Yang Maha Kuasa sudah bersedia menggendong kita, melewati masa-masa yang kelam seperti sekarang ini, kenapa kita masih takut? Apakah ada yang terlalu berat yang kita harus pikul, atau adakah jalan kelam yang terlalu curam yang menakutkan yang harus kita jalani, jika kita sadar ada Dia yang menanggung bagi kita,_ seharusnya kita dapat berkata: *“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”* (Filipi 4:13).

_*Selama kita tetap melekat kepada Tuhan, sebenarnya ada jaminan yang memberikan rasa aman dan tenang karena hari demi hari Ia menanggung bagi kita!_* Mazmur 23:1, katakan bahwa; *“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”* _*Dan ini berarti kita tidak akan kekurangan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, rasa aman, dan itu juga berarti selalu ada ketersediaan kebaikan Tuhan yang dapat kita nikmati dalam setiap langkah kita.*_ *Jika Yesus menjadi Gembala yang Baik, maka jadilah domba yang baik, yang tidak terpisahkan dari padaNya, maka musuh sebesar apapun tidak akan dapat menguasai kita, karena ada Dia yang berjaga-jaga bagi kita!*

Persoalan boleh saja datang, masalah pun boleh menerpa, segala pencobaan bisa tiba-tiba hadir seakan ingin menjegal langkah kita, membuat kita takut, kuatir dan ciut. Tetapi Ia tidak akan pernah meninggalkan, Ia sudah berjanji untuk menyertai dan tidak pernah melupakan kita, itu sebabnya: *”janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."* (Yesaya 41:10) _*Jangan menanggung lagi permasalahan yang dihadapi dengan kekuatan manusia yang terbatas, rasakan dan nikmati pelukanNya, damai dan aman dalam gendongan Allah yang menanggung bagi kita.*_

Salam Sejahtera Sahabat
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

29/01/2021

*"Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN."* Amsal 21:31

_*Kemenangan Kristus di atas Kayu Salib adalah kemenangan mutlak bagi kita, kematian Kristus adalah berita kehancuran bagi Iblis, dan itu menjadi kesukaan besar bagi kita yang percaya!*_ 1 Korintus 15:54b-55 katakan: *"Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"* Benar, Yesus sudah memenangkan segalanya bagi kita, tetapi masih ada upah dosa bagi dunia dan si Iblis tetap hadir dengan tipu dayanya, bagaikan singa yang mengaum-ngaum hendak menelan mangsanya! *Itu sebabnya Ia memberikan pesan agar kita waspada dan tetap melekat kepadaNya!*

Banyak ketakutan yang lebih besar yang disebarkan oleh si Iblis, yang melingkupi manusia disaat seperti ini dibanding waktu-waktu yang lalu. Sebagian besar pastinya karena ketakutan akibat pandemi, yang juga disusul dengan berbagai kesulitan lainnya yang sudah dirasakan hampir selama setahun ini. Kejahatan juga meningkat tajam, dan dengan begitu cepat terjadi tanpa adanya prasangka terlebih dahulu, seakan manusia semakin canggih dalam melaksanakan niat jahatnya. Kita dihimpit di tengah segala masalah yang mendera bumi ini, sungguh benar seperti domba di tengah serigala! *Tapi bersyukurlah karena ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, melewati apapun juga, asal bersama denganNya kita aman!*

Ketika Tuhan mengijinkan masalah terjadi, sebenarnya adalah sebagai bagian dari proses pendewasaan iman, Ia hendak melatih iman kita supaya makin teguh! 1 Yohanes 5:19 katakan, bahwa: *"seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat, tetapi kita berasal dari Allah!'* _Itu sebabnya janganlah kuatir dalam menghadapi apapun:_ *"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?"* (1 Yohanes 5:4-5) Dan, *"jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"* (Roma 8:31b)

*Kemenangan kita bukanlah berasal dari dalam diri kita, tetapi dari kuasa yang melampaui seluruh keberadaan kita. Tuhan mengetahui rancangan apa yang ada padaNya mengenai kita, di atas muka bumi ini, itu sebabnya sekalipun dunia bergoncang, kita punya alasan untuk tetap tenang dan bersyukur, karena Ia tetap memegang kendali hidup kita.* _*"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." *_ (1 Korintus 15:57) _Kemenangan kita tidak ditentukan oleh apapun lainnya, selain iman kepada Anak Allah! Dan iman adalah ketaatan terhadap perintahNya,_ karena: *"Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." * (Yakobus 2:17)

_*Asal kita hidup taat maka tidak ada yang perlu ditakutkan! Sebab kemenangan kita bukanlah tergantung keadaan yang ada di sekeliling, tetapi tergantung seberapa dekat hubungan kita dengan Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang sanggup membawa kita kepada jalan kemenanganNya.*_

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus Memberkati🙏🔥

17/01/2021

*"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."* (Ibrani 11:6)

Dalam kondisi seperti hari-hari ini, jika mata kita terfokus pada situasi atau kenyataan, maka dapat dipastikan kita akan menjadi lemah. _Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah hati yang penuh dengan syukur, karena kita percaya bahwa Tuhan mengizinkan segala sesuatu terjadi demi kebaikan kita, dan bukan hal lainnya!_ Ia meneguhkan dengan FirmanNya yanh berkata: *"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan , yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."*
(Yeremia 29:11)

Demikian juga dengan Roma 8:28 yang katakan: *"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."* _*Jika kita menyadari hal ini, maka kita tidak akan menjadi gentar terhadap segala yang sedang terjadi di sekitar kita, tetapi kita akan tetap memandang kepadanya dan menjadi kuat. Sebab sesungguhnya Ia sedang membawa kita ke dalam pengenalan akan Dia dan membuat kita semakin mempercayaiNya.*_ Ibrani 12:2a katakan: *"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan."*

Tanpa iman tidak ada seorangpun yang berkenan di hadapan Allah, dan itu berbicara tentang segala hal! Karena: *"segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa."*
(Roma 14:23) _Jadi waspadalah dengan segala kebiasaan hidup yang kita pikir wajar, dan ternyata itu adalah ikatan dengan dunia ini, kehendakNya adalah kita berani melepaskan segala sesuatu demi Dia._ *Atau ketika kita memutuskan sesuatu karena ketakutan atau karena nafsu atau juga pola pikir manusiawi kita, karena itu akan menjadi tidak berkenan di hadapanNya.* _*Segala yang tidak berdasarkan iman akan menjadi jerat bagi daging yang menjauhkan kita dari Tuhan. Iman menjadi landasan bagi kita untuk mengikatkan diri dengan Tuhan, dan menjadi layak di hadapanNya.*_

*Iman membuat kita berkeyakinan penuh bahwa keselamatan kita datang dari Tuhan yang adalah Pribadi yang tidak pernah berdusta dan tidak pernah mengecewakan.* _*Hanya dengan iman kita dapat memiliki hati yang dipenuhi dengan ucapan syukur, yang memampukan kita bersabar dalam menanti-nantikan pertolongan Tuhan, karena kita percaya bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik,*_ *karena; "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,"* (Pengkhotbah 3:11) _Dengan iman, kita akan mampu bersyukur dalam segala keadaan, karena kita tidak pernah bergumul sendirian dalam menghadapi segala persoalan, karena ada Tuhan yang senantiasa menyertai._ Dan kiranya FirmaNya menguatkan kita, yaitu bahwa: *"Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!"* (Mazmur 27:13)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

15/01/2021

*"Di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu."*
Mazmur 90:6

_Di masa yang suram seperti sekarang ini, sesungguhnya Tuhan sedang mengingatkan bahwa tidak ada yang kekal di muka bumi ini, dan kita tidak dapat berpegang pada apapun selain Dia saja, Allah yang kekal selama-lamanya._ *PanggilanNya untuk kita melekat kepadaNya semakin kuat di tengah segala kegelapan yang sedang berkuasa,* ini bukan waktunya kita mengeluh dan merasa kuatir, tetapi lebih dari pada waktu-waktu lalu, carilah Tuhan dan dapatkan Dia, kita membutuhkan Dia lebih lagi dibanding hanya sekedar puas menjadi orang Kristen!

Tidak ada yang kekal, *"Di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu."* Kehidupan memang datang silih berganti, keturunan yang satu datang, sementara yang lain pergi. Ini menjadi siklus perjalanan manusia dari waktu ke waktu, dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak hari kematian yang tiba-tiba datang atas dirinya. Kita mungkin tercekat melihat banyaknya korban meninggal akibat pandemi, dan merasa bahwa nyawa manusia seakan sangat mudah sekali terpisah dari raganya. Dan semua diawali ketika manusia jatuh dalam dosa dan kemuliaan Allah hilang dari diri mereka, ketika itulah maut datang. Dan dari waktu ke waktu sampai saat ini dosa dan kejahatan bertambah banyak, dan upah dosa ialah maut!

Ini adalah waktu yang tepat untuk kita belajar lebih cermat dalam menghitung hari-hari kita sedemikian, seperti Mazmur 90 :10 katakan: *”Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”* _Kita perlu menjadi bijaksana saat menapaki hari demi hari dan langkah demi langkah hidup kita, karena jika kita berani jujur, maka kita akan menemukan banyak kebodohan yang telah kita lakukan, dan kita telah terbiasa menghidupinya!_

*Kini waktu yang tepat untuk kita memperbaiki kehidupan kita, karena kita tidak pernah mengetahui berapa jauh lagi kita punya kesempatan untuk melangkah.* Pengkotbah 3:1-2 juga mengatakan: *“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.”* _Hari ini masih ada kesempatan bagi kita, untuk berjalan entah semenit atau satu tahun ke depan, tapi jangan dihabiskan dengan terus melakukan kebodohan dan kejahatan, dengan berjalan sesuai dengan kehendak hati dan mengabaikan apa yang Tuhan mau!_

_*“Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”*_ (Efesus 5:15-17) *Waktu hidup itu singkat, tetapi keabadian yang kita sedang tuju, tiada berujung, pastikan untuk tidak berakhir dalam penderitaan yang abadi di neraka sana.*_

*Mungkin kita harus menjalani hidup yang sulit, tetapi buatlah kesulitan itu menjadi sarana bagi Tuhan untuk menjamah hidup kita, agar kita semakin mengenalNya dan mengikuti Dia lebih dekat lagi.* _Berhenti meratap, karena hanya akan menambah berat beban perjalanan._ *Belajarlah untuk menikmati waktu yang singkat ini dengan melihat kasih setia Tuhan yang telah ditunjukkanNya selama ini, dan yang akan terus menyertai di sepanjang jalan ke depan.* _*Bersyukurlah untuk kesempatan hidup yang Tuhan karuniakan, sehingga masih ada waktu untuk menginvestasikan harta di sorga, memperbaiki semua yang rusak di masa lalu, dan memulai hidup benar dalam kebenaran FirmanNya.*_

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

14/01/2021

*"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"*
Mazmur 103:2

_Kalau saja kita mau mengingat bagaimana Tuhan telah memelihara dan menyelamatkan kita sepanjang tahun lalu dimana pandemi mulai menyebar di bangsa ini, ditambah dengan kemerosotan ekonomi, dan banyak hal lain yang telah terjadi. Bahkan penyertaan Tuhan di tahun-tahun sebelumnya dan sampai kepada hari ini, bagaimana Ia melindungi dan memberkati serta menghidupkan kita, maka seharusnya kita tidak perlu takut lagi ketika harus menghadapi hari esok._

*Hari ini sepertinya kondisi belum juga membaik, krisis kesehatan semakin meningkat dengan penuhnya rumah-rumah sakit dengan pasien yang menderita segala macam penyakit, dan sulitnya mendapatkan ruang perawatan untuk pasien Covid 19 yang jumlahnya semakin membludak hari demi hari. Tetapi kita bersyukur untuk vaksin yang telah mulai bisa diterima oleh sebagian masyarakat, kita berdoa agar vaksin efektif dan mampu menanggulangi pandemi agar segera usai dari muka bumi ini.*

Tetapi lihatlah bahwa Dia telah menolong kita dari waktu-waktu yang lalu, dan percaya saja bahwa Ia juga pasti sanggup menolong kita lagi di hari-hari ke depan, sampai kepada akhirnya.* Perhatikanlah Mazmur 3:4‭-‬7‭, ‬9 yang mengatakan: *"Tetapi Engkau, Tuhan , adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan , dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. S e l a Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. Dari Tuhan datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu!" S e l a*

_Apa yang kita takutkan jika kita punya Tuhan yang baik, yang telah mengisi hidup kita dengan kebaikanNya, mengapa ragu menjalani hidup, bukankah ada Dia yang menanggung bagi kita?_ Mazmur 103:3-5 katakan: *"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali."*

_Ingatlah selalu akan Tuhan dan mengucap syukurlah dalam segala keadaan. Karena sebagaimana kita ada saat ini, semua hanya karena anugerahNya saja._ Hal inilah yang perlu kita lakukan, yaitu: *“Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.”* (Mazmur 77 : 12). *Dan jadilah tenang, karena Ia yang telah memelihara kita dari dulu sampai hari ini, akan tetap memelihara kita secara sempurna menurut caraNya, sampai pada kekekalan!* Sebab; *kebaikan Tuhan pernah berubah! "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."* (Ibrani 13:8)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🏻🔥

08/01/2021

*"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."* Yohanes 15:5

Apa yang dapat dilakukan oleh sebatang ranting yang berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan batang pohon? Sebentar saja pasti akan kering dan layu! _Demikian juga dengan kehidupan kekristenan kita, tidak mungkin kita akan hidup, hanya dengan melekat padaNya, kehidupan kita berarti. Karena hanya Kristus yang sanggup mengalirkan air kehidupan, sehingga kita hidup dalam kelimpahan bahkan dimasa yang paling kering sekalipun._ Sesuai Mazmur 1:3 katakan: *"seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."* (Mazmur 1:3)

*Hal ini terjadi karena kelekatan, kebergantungan dan ketidak mampuan untuk hidup sendiri tanpa topanganNya.* _Lihatlah hari-hari ini, ketika karena virus yang tak kasat mata kita, yang menyebabkan puluhan juta orang mendetita kesakitan, dan seluruh dunia dirundung kepedihan, apa kekuatan kita dalam menghadapinya, jika bukan bergantung kepada Tuhan saja!_ *Disaat seperti ini, seharusnya kita sadar bahwa semua yang kita miliki seakan tak ada gunanya, dibanding satu-satunya harga jiwa kita* Yesus adalah jawaban kita, sebab: *"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya."* (Markus 8:36)

*Miliki hati yang mau diajar,* seperti yang Mazmur 90:12 katakan: *"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."* Demikian juga dengan Efesus 5:16, yang berkata: *"dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."* _*Sebenarnya Tuhan mengizinkan kita melewati waktu yang jahat ini agar kita disadarkan tentang Dia dan kekekalan. Diluar Dia, kita tidak dapat melakukan apapun, apalagi menyelamatkan diri sendiri! Keselamatan kita di bumi dan di sorga ada di dalam Dia, dan tidak ada di dalam apapun dan siapapun! Tidak ada nama dokter ataupun nama obat ataupun vitamin dan suplement apapun yang dapat menjadi jaminan kesembuhan, apalagi keselamatan jiwa!*_

Karena; *"keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."* Keselamatan kita saja bergantung kepada Dia, yang berkata: *“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."* (Yohanes 14:6) *Sadarlah, bahwa kita membutuhkan Dia! Segala sesuatu sedang lenyap dan menuju kesudahan alam.* _Saat ini ketika kita dibatasi tembok di dalam rumah kita, dibatasi jalan-jalan kita, dibatasi makan dan minum kita dan segala keterbatasan lain karena virus jahat ini, apakah keinginan terdalam kita? Apakah hanya kenikmatan-kenikmatan masa lalu yang kita dambakan dan ingin kita raih hari-hari ini?_

_*Yang kita rasakan saat ini baru lah pembatasan, dan bukan hilang lenyap selamanya.*_ _*Namun segera, akan datang akhir dari segalanya, Yesus akan datang untuk kedua kalinya, dan kita harus berhadapan denganNya, maka yang utama adalah, persiapkan kehidupan kita, agar layak dihadapanNya. Melekat saja denganNya, sampai keserupaan denganNya nyata dalam diri kita*_ Dan; *"Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan , yang menaruh harapannya pada Tuhan ! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."* (Yeremia 17:7‭-‬8)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

04/01/2021

*"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."*
Yakobus 2:19

_*Jangan seperti Iblis yang percaya kepada Allah dan FirmanNya, namun tidak melakukan kebenaranNya!*_ _Atau kita harus malu jika dibandingkan Iblis, karena mereka percaya bahwa Allah ada dan mereka gemetar, sedangkan manusia ketika sudah mengetahui apa yang dilarang Allah, tapi malah bisa berbuat dosa tanpa rasa takut akan Tuhan._ *Berhati-hatilah dalam menjalani hari ke depan, kenali kehendakNya dan jadilah pelaku FirmanNya!* Yakobus 1:20 dan 2:24 mengatakan: *"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."*

_*Yakobus sedang menjelaskan iman seperti apa yang menyelamatkan, yaitu iman sejati yang dibuktikan melalui perbuatan; iman yang nyata, bukan sekedar ucapan yang keluar dari mulut seseorang yang mengaku percaya tetapi tidak bisa dipertanggung jawabkan.*_ *Bukti dari sebuah perkataan adalah tindakan. Demikian juga bukti dari perkataan iman adalah tindakan iman. Orang yang sungguh-sungguh percaya Yesus akan terlihat imannya melalui perbuatan yang dia lakukan.* Itu sebabnya nyatakanlah iman kita dalam tindakan-tindakan nyata, yaitu antara lain dengan:

*1. Perubahan Karakter dan Sikap Hidup. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.* (Roma 12:2).

*2. Mengerjakan Keselamatan Dalam Ketaatan. "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih p**a sekarang waktu aku tidak hadir," (Filipi 2:12).*

*3. Perbuatan Baik Untuk Kemuliaan Tuhan. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."* (Matius 5:16).

*Syarat keselamatan adalah iman, tetapi perbuatan iman adalah bukti keselamatan.* _*Iman yang sejati menghasilkan pembaharuan hati oleh karya Roh Kudus. Dan Pembaharuan itu terpancar melalui perbuatan.* _*Tidak ada pemisahan antara iman dan perbuatan, melainkan iman bekerja sama dengan perbuatan, maka iman itu menjadi sempurna.*_(Yakobus 2:22).

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

28/12/2020

*"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."* (Efesus 3:18-19)

Saat yang tepat bagi kita untuk menengok ke belakang dan menyaksikan perjalanan hidup yang telah kita lalui dari tahun ke tahun sampai ke akhir tahun ini. Sepanjang tahun 2020 kita lewati dengan berbagai gejolak dan banyak kesesakan yang mungkin berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya, tetapi jika kita masih ada sebagaimana adanya pada hari ini, semua adalah pemeliharaanNya yang ajaib. Banyak hal telah terjadi, banyak kekurangan, banyak keletihan dan bahkan banyak kehilangan, tetapi di dalam Tuhan tetap ada banyak kasih karunia yang menyertai sempurna kehidupan kita.

Tetapi manusia sulit mengerti rencana Tuhan dalam hidupnya, sehingga seringkali salah menafsirkan kebaikanNya, karena kita tidak mengenal hatiNya. Kerap kali kita menyamakan hati kita yang kotor dengan hatinya Tuhan. Memandang masalah dengan pola pikir manusiawi kita dan mencari jalan keluar yang kita pandang baik, dan kita lupa FirmanNya yang berkata: *"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan . Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."* (Yesaya 55:8‭-‬9)

Dan itu yang membuat kita bisa menuduh Dia tidak adil, dan berlambat-lambat dalam menolong kita, bahkan bisa juga kita berpikir Dia masa bodoh atas pergumulan kita, padahal Ia maha kuasa dan sanggup menolong. Berhenti menghakimi Tuhan, berhenti juga menyalahkan diri sendiri, karena ketidak-berdayaan atau rasa bersalah dan penghukuman diri. Pahami kepedulian Tuhan terhadap kita, dimana Ia rela datang ke dalam dunia, hanya untuk mati menebus dosa kita.

_Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita bergumul sendirian, mungkin terlalu sukar untuk menakar dan mengukur kasih Allah dalam hidup kita, namun perjalanan iman kita akan mengajar kita bahwa Ia memang tidak terbatas, baik kasihNya, kuasaNya dan kebaikanNya. Jangan pernah berpikir bahwa Ia melupakan kita! Masalah mungkin datang silih berganti, tetapi jangan pernah undur dari Tuhan. Dalam semuanya, Ia hanya ingin agar kita memahami dan mengenal betapa lebar, panjang, tinggi dan dalam kasihNya bagi kita._

*Ia bukan hanya Tuhan yang sanggup dan berkuasa, Tetapi Ia juga adalah Tuhan yang penuh kasih, yang mau menolong dan melepaskan kita dari segala kesesakan.* _*Menjelang akhir tahun, memasuki tahun yang baru, izinkan kasihNya memenuhi setiap relung hati kita, dan yakinlah bahwa kebajikan dan kemurahanNya akan mengikuti kita di sepanjang kehidupan kita!_* *"Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan."* (Ulangan 7:9)

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🔥

23/12/2020

*"Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."*
Matius 3:3

Seruan tentang pertobatan ini diseru-serukan oleh Yohanes Pembaptis sebelum kehadiran Yesus, katanya: *“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”* (Matius 3:2) _Demikian juga pada hari-hari ini seharusnya telinga kita mendengar kembali suara itu diserukan kepada kita, agar kita hidup di dalam pertobatan._ Karena: *"Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api."* (Matius 3:10)

Perhatikanlah: *"Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya... Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Jawab Yesus: Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."* (Matius 24:3, 6-8, 14).

_Dan semua ini berarti bahwa dunia ini sedang berada di penghujung zaman, segala sesuatu sedang menuju kepada akhirnya, penghakiman akan segera dimulai dan dunia pun akan lenyap._ *Pandemi yang sedang merebak dengan begitu hebatnya dengan segala dampak merusak di segala bidang telah menjadi panggilan pertobatan yang didengungkan dengan keras, bagaikan suara orang yang berseru-seru di padang gurun, agar kita mempersiapkan jalan bagi kedatanganNya yang kedua kali.* _Maka hal yang utama yang harus kita lakukan adalah berbalik dari segala kejahatan dan kebiasaan buruk, dan segera hidup di dalam kebenaranNya serta menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan._ (Matius 3:8)

_Jangan merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi tanpa maksud, dan yang penting Anda sampai saat ini masih aman karena bisa menjaga diri sendiri. Ingat bahwa goncangan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dengan cara apa saja, dan Tuhan menggunakan goncangan itu untuk menarik perhatian kita agar berpaling kepadaNya._ Tuhan tidak menghendaki kita menjadi takut dan gelisah, melainkan agar kita sadar, waspada dan berjaga jaga. Karena ini adalah masa penampian, dimana *“Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”* (Matius 3:12)

*"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."* (Efesus 5:15-16) Pertobatan bukan hanya sekedar pengakuan dosa di hadapan Tuhan, tetapi merupakan tindakan berbalik dari apa yang tidak berkenan kepada Tuhan, dan memilih gaya hidup yang berkenan kepadaNya serta memuliakanNya. _Pertobatan yang sejati menanamkan suatu sikap untuk terus berubah sampai kehidupan kita sesuai dengan kebenaran berdasarkan FirmanNya dan kehendakNya._

Dan inilah kehendakNya yaitu: "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:16) *"Sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."* (Ibrani 12:14). _Mennelang pergantian tahun, kita masih melihat pintu anugerah yang terbuka, dan itu artinya kita masih memiliki waktu dan kesempatan, untuk dipergunakan sebaik mungkin agar kita hidup dalam pertobatan, dari sehari ke sehari, sehingga kita beroleh perkenanan Tuhan._

Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus memberkati🙏🏻🔥

Address

Pondok Pekayon Indah CC44/27/Permata D/510 Jakasampurna
Bekasi
17148

Telephone

0218842276

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GPIA El-Shaddai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share