Cerita Kaia

Cerita Kaia Dengan cerita kita bahagia, dengan cerita kita MENGUBAH DUNIA

MOBILE SPA,untuk tampil cantik dan menarik kini hanya perlu waktu 5 menit saja,hubungi 0857-9438-8416 dan kami siap membantu anda KAPAN SAJA & DIMANA SAJA

23/08/2015

" BACALAH 2 MENIT SAJA "

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi,ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman..
Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia..
Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran.. Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata : "Sabar nak, sabar ya sayang."..
Namun ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata..
Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit..?? Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad..
Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali..??
Tangan ibu, tangan ajaib,sentuhan ibu, sentuhan kasih,dapat membawa ke Surga Firdaus.. Yaa ALLAH : Berikan lah ibu umur yang panjang,kesehatan yang tak terbatas,agar aku bisa berbakti kepada nya..
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.

21/08/2015

--Kisah Tukang Kayu--

Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun.

Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat.

Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.

Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati.

Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah.

Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.

Inilah refleksi hidup kita!
Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.

Sebab keadaanmu saat ini adalah akibat dri pilihanmu di masa lalu. Masa dpanmu adalah hasil dri keputusnmu.

Indriani

15/06/2015

harapan menjadi yg terbaik dan bermanfaat untuk sesama jd hal utama saat kami memutuskan untuk belajar sharing melalui tulisan,semoga bermanfaat.

Address

Bandung
40134

Telephone

+6285794388416

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Kaia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cerita Kaia:

Share