14/11/2015
[BELAJAR DARI ROSSI]
# bag 2
MotoGP taun 2015 ini mendapat perhatian yang cukup besar dengan adanya konflik di antara para rider nya.
Seolah seperti sebuah Drama yang di sajikan di lintasan balap. Tapi begitulah , manusia memang s**a dengan sesuatu yang memiliki jalan cerita yang getir dan tragis.
Dan cerita itu sering kali menjelma dalam kehidupan kita , seperti yang akan kita bahas kali ini terutama dalam lingkup bisnis.
Pelajaran apalagi sich yang bisa kita ambil lagi dari konflik panas MotoGP kemaren ?
Melanjutkan dari cerita pada bagian pertama ,
Awalnya anda memiliki rekan bisnis yang sudah kenal dengan baik anda , sudah tau siapa anda luar dalam. Bahkan dari hubungan bisnis berubah menjadi pertemanan. Dalam kegiatan bisnis yang anda jalan kan pun lancar lancar saja sejauh ini. Semangat pertemanan pun semakin meningkat karena anda dan rekan bisnis anda itu saling memberikan dukungan dan memberikan pengalaman tip dan trik berbisnis masing masing hingga usaha yang anda kelola semakin baik dan membesar.
Namun suatu ketika rekan bisnis anda mengalami ketertinggalan dalam menjalankan usahanya , omzetnya menurun dan pemasarannya pun tidak begitu bagus. Sungguh suatu situasi yang sangat terbalik dari yang sedang di alami dengan usaha anda.
Rekan anda pun berubah demi mempertahanankan bisnisnya , hidupnya. Dengan permainan kotor , dia mengambil pasar anda , konsumen anda pun beralih dan akhirnya anda terpuruk dan bangkrut.
Namun anda bukanlah orang yang menyerah begitu saja , walau harus menata kembali semua nya dari awal , anda tetap jalani.
Sangat sulit memang memulai kembali bisnis yang dulunya sudah besar dari awal lagi, tapi lebih gagal lagi jika kita tidak mencobanya, karena kita tidak akan tau dalam perjalanan proses nya kali ini anda akan belajar dan mempelajari sebuah system yang lebih baik lagi.
Buat anda yang saat ini sedang mengalami paceklik hingga pailit. Ingat bahwa anda pernah membesarkan sebuah bisnis yang memberikan keuntungan melimpah buat anda. Anda pernah mengalami langkah demi langkahnya , oleh karena itu tidak akan terlalu sulit bagi anda merumuskan kembali proses awal hingga menjadi besar bisnis anda itu.
JANGAN BILANG MENYERAH SEBELUM BERTANDING , GAGAL ITU KETIKA KITA SUDAH MENYERAH