Abatasa

Abatasa ABATASA " Anak BAndung cinTA SAlawat " Di Fanspage Ini Kita Bisa Sharing , Berbagi Ilmu Agama Islam

25/07/2015

assalamualaiikum wr wb. Kembali muasholah bandung raya mengelar. tanbligakbar di lap gading soreang kab bandung senin 17 agustus 2015, merapatlah.

27/06/2015

Inalilahi wainailahi rojiun yang mulya Buya Udin telah pulang ke rohmatullah semoga semua kebaiknya di terima allah dngan ganjaran yg lebih tinggi dan kpd keluarga dan santrinya di beri kekuatan & kesabaran ,amiiinn

08/06/2015
08/06/2015
08/06/2015

Jalma anu nyibukeun nyuprih elmu hakekatna nyaeta hayang milari jalan ka surga. Dawuhan Rosul : “Di mana-mana hiji daerah teu aya anu nyarek kana kagorengan mangka ieu totonden hampura Alloh bakal di tutup ka daerah eta”. “Dimana-mana dina pangajian dibahas masalah kaimanan jeung tauhid mangka otomatis jalma bakal nyaho kana aturan-aturan Alloh, secara otomatis bakal jadi pengaruh ageung ka masyarakat.”

Jelema qona’at nyaeta jelema anu tuman puasa. KH. Muhamad Kurdi Cibabat ( maha guru ) Mama Eyang Cibabat tara tuang kana hasil tina gajih / bayaran buruh. Sabenerna mah dunya teh pangberokan nana jalma anu beriman.

Dawuhan Rosul : bakal datang hiji zaman ka umat kami; kyaina, ulamana ngajual belikeun elmu Alloh kana dunya, para pejabatna jelema-jelema anu dzarolim, para mentri-mentrina teu adil, para cendekiawanna fasek, para kyaina fasaqoh / jelema tukang doraka , dimana nyanghareup ka jelema marake baju domba padahal atina srigala, gayana para ulama atina leuwih bau tibatan bangke. Ti jalma-jalma kitu bijjilna fitnah tepi ka maranehna deui, fitnah eta balik deui. Tapi fitnah nu bieu teu ngareret nu hade, nu hade oge kabawa gorengna

23/05/2015

Rajaban abatasa
Hari : selasa26 mei 2015
Tmpt : nagrak jatisari kec cangkuang
Mublq : KH M Muhyidin AQA MA
Terbng: Al Munawir ( Ustd M Maksus Jamil)

hadirilah.....,......

Ngaji itu untuk AKHIRATMU  "EVK313"
20/05/2015

Ngaji itu untuk AKHIRATMU

"EVK313"

16/05/2015

# Adukan Hanya Pada-Nya

Mengapa manusia tidak belajar banyak dari pengalaman pahit orang lain. Bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yg kemudian ia dapat kelak.

Siapa manusia yg tidak punya sahabat? Siapa manusia yg tidak punya kawan? Hampir rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yg ada bila seseorang hidup sendirian tanpa ada yg menemani. Tapi bila sahabat yg kita jadikan sahabat, kawan yg kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan masalah kita kepada dia, dan sering mengeluhkesahkan kesusahan kepadanya. Sebab hal ini ternyata menjadi bumerang buat diri kita sendiri.

Memang salah satu sifat manusia adalah “gatel”. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh. Tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain. Andai kita tahu bahayanya, tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan kita ini. Apalagi mestinya kita tahu, bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah. Bukan sahabat kita, bukan saudara kita.

Dalam hal ini Rasul pernah memberi tahu, bahwa seharusnya kita ridha akan apa yg menimpa kita, akan apa yg terjadi pada kehidupan kita. Supaya mutiara kesulitan kita bisa dapatkan seiring dengan kesabaran kita menerimanya sebagai sebuah ketetapan Allah. Tapi yang terjadi, kita kehilangan sesuatu, lalu kita mengeluhkannya. Maka kita menjadi rugi dua kali. Pertama rugi sebab kehilangan barang yang boleh jadi kita cintai, yang kedua, rugi sebab kita tidak dapatkan penggantinya sebab kita tidak ridho [dilihat dari mengeluhnya]. Oleh karenanya kata Rasul, musibah itu satu kesusahan, tapi bila mengeluh menjadikan dua kesusahan.

Di lain kesempatan Rasul menegaskan, “barangsiapa yg bangun di pagi hari lantas mengadukan kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seolah-olah dia mengadukan Tuhannya [tidak rela akan takdir-Nya]. Dan barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan sedih karena urusan duniawi, maka di pagi itu dia telah membenci Allah.”

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeluh kesah. Jika diberi keburukan dia mengeluh, tapi bila diberi kebaikan dia menjadi pelit. Kecuali mereka yang shalat dan menjaga shalatnya.” (al Ma’arij: 19-23).

Pada suatu hari Rasul bertanya kepada para sahabatnya, perlukah aku mengajarkan kepada kamu semua, wahai sahabatku, doanya Musa ‘alaihissalam ketika melewati lautan bersama Bani Israil?
Jawab sahabat, perlu ya Rasul?
Kalau begitu bacalah ini, kata Rasul:

Allâhumma lakal hamdu wa ilaikal musytakâ wa antal musta’ân wa lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzhîem.

Ya Allah, bagi-Mu segala puji-pujian. Kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan, serta tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Ya sudahlah, kita punya Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Menjaga segala rahasia. Mulai sekarang, jadikan Allah sebagai satu-satunya mitra berkeluh kesah dan sekaligus memohon pertolongan-Nya.

*

Ada Yang Maha Mendengar, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang tuli, yaitu manusia.

Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang buta, yaitu manusia.

Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang diam, yaitu manusia. Ada Yang Maha Berkuasa, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang lemah dan tak bisa berbuat apa-apa, yaitu manusia.

Bisa apa manusia yang lain?
Bisanya hanya berdiri di kepentingan dirinya sendiri – kebanyakan.

Bisa apa manusia yang lain?
Bisanya hanya diam tak bisa membantu – kebanyakan.

Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya balik menghina dan menertawakan – kebanyakan.

Astaghfirullah Al 'Adzim Allazi Laa ilaha illahu wal Haiyul Qaiyum wa Atubu ilaih..

Maafkan kami ya Allah, maafkan…

Address

Bandung 1
40377

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Abatasa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share