14/08/2014
{Boikot Produk Yahudi?}
Belakangan ini, seringkali kita mendengar seruan untuk memboikot beberapa produk yang disinyalir sebagai milik yahudi atau menjadi pemasok dana yahudi. Diantaranya ada yang berupa makanan, minuman, pasta gigi, dan lain sebagainya.
Seolah-olah bila kaum muslimin memboikot produk-produk itu, kemenangan dan kejayaan segera berada dalam genggaman kita.
Sesungguhnya seruan seperti ini tak lebih dari sekedar fatamorgana yang mengelabui para pengagumnya. Bahkan dikhawatirkan bisa merusak akidah umat bila merupakan pengharaman sesuatu yang asalnya dihalalkan Allah dan rosul-Nya.
Dalam sejarah, dahulu Rosulullah shallallahu ' alaihi wasallam dan para sahabatnya melakukan transaksi jual beli, pinjam meminjam, atau muamalah duniawi yang lain dengan para ahli kitab, baik yahudi maupun nashrani. Bahkan beliau meninggal dunia dalam kondisi baju besinya tergadai pada seorang yahudi.
Demi Allah, kemenangan dan kejayaan islam tidak pernah bisa digapai dengan cara-cara yang senaif itu. Semuanya hanya bisa diperoleh dengan berkomitmen secara benar dengan islam itu sendiri.
Segala kekacauan, keonaran, keributan, kehinaan, pembantaian, pelanggaran kehormatan, tidak punya kekuatan di hadapan musuh, dan seabrak petaka yg sedang melanda kita, adalah akibat dari ulah kita semua yang tidak lagi mengindahkan tuntunan-tuntunan agama yang mulia ini dalam segala aspek kehidupan kita, baik sebagai individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Bahkan yang sangat disayangkan tak sedikit diantara kita yang merasa malu memperlihatkan identitas keislamannya. Dan yang lebih parah dari itu, banyak diantara kita yang merasa takut atau phobi dengan sesuatu yang berasal dari islam.
Kita telah mengalami kiamat lokal sebelum kiamat yang sebenarnya.
Dalam sebuah hadits, Rosulullah shallallahu ' alaihi wasallam pernah bersabda:
"إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر و رضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم"
"Apabila kalian telah melakukan jual beli dengan cara 'ienah (sistem riba), memegang ekor-ekor sapi (sibuk dengan perternakan), senang dengan bercocok tanam, dan kalian tinggalkan berjuang di jalan Allah, niscaya Allah kuasakan atas kalian sebuah kehinaan, Allah tidak akan mencabutnya sampai kalian mau kembali kepada agama kalian."
(HR. Abu Daud dan yang selainnya, dari Ibnu Umar radhiyallahu ' anhuma, dan Dishahihkan oleh syaikh Al Albani di dalam As Silsilah Ash Shahihah (1/15) karena banyak jalannya).
Marilah kita perbaiki keislaman kita untuk menuju kemenangan dan kejayaan yang sejati..