31/12/2018
* *
Bismillah...,
Tidak terasa kita sampai di ujung tahun 2018.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pastinya menyisakan cerita tersendiri untuk setiap orang.
Iya kan?
Ngomong-ngomong tentang pergantian tahun,
Karena jadwal sharing kami sekali dalam seminggu, maka itu artinya materi kali ini adalah sharing terakhir di tahun 2018.
Jika melihat jadwal sharing, artinya kita akan ketemu lagi ditahun yang baru ya π
InshaAllah. .
Nah, untuk menutup sharing terakhir ditahun ini, kami ingin menyampaikan 5 nasihat sekaligus.
Nasihat ini sengaja ditulis untuk semua, siapapun pembaca pesan ini, dan tentunya kami pengirimnya.
Semoga dengan 5 nasihat ini, kita bisa mendapatkan hal yang lebih baik ditahun 2019 dibanding tahun-tahun sebelumnya, aamiin. .
Lalu apa saja ke 5 nasihat itu?
Yuk langsung π
*Pertama, Tidak ada Fokus tanpa "Why" yang kuat*
Anda pernah gak ngerasa hilang semangat saat melakukan sesuatu?
Gak mood, atau pinginnya malas-malasan doang?
Atau mungkin,
Anda pernah ngerasa susah fokus?
Terkadang semangat menggebu-gebu, tapi begitu hari berganti semangatnya padam sendiri. Pernah?
Jika seseorang merasakan hal itu, salah satu penyebabnya karena orang tersebut gak punya *STRONG PURPOSE*
Strong Purpose sering disebut dengan Faktor Why, atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan *ALASAN*
Jika Anda belajar ilmu psikologi, Anda akan paham bahwa ternyata manusia membutuhkan alasan untuk melakukan sesuatu.
Dan sudah hukumnya bahwa semakin kuat alasannya, semakin besar energi yang dimiliki orang tersebut.
Mungkin Anda sering melihat orang tua yang tidak merasa capek saat bekerja keras untuk kebutuhan anak-anaknya.
Atau mungkin Anda pernah melihat seorang pemimpin yang berapi-api dalam menyuarakan idenya.
Ya, alasan adalah *"BAHAN BAKAR"* seseorang untuk melakukan sesuatu.
Jadi di tahun depan, bahkan di tahun-tahun berikutnya, milikilah "WHY" saat Anda ingin fokus terhadap sesuatu.
Contohnya, misal Anda ingin bisnis Anda semakin besar.
Alasannya apa? Why-nya apa?
Untuk siapa Anda melakukan itu semua?
Tanpa alasan, tanpa Why, kita akan mudah malas, dan jadi tidak fokus.
Temukan Why Anda, InsyaAllah Anda akan jadi antusias dan tidak bisa dihentikan. . .
*Kedua, Aktivitas Harian yang salah, membuat seseorang tidak kemana-mana*
Jika ada yang bertanya apakah yang membuat nasib seseorang berbeda?
Maka jawabannya bukan keberuntungan, tapi aktivitas harian.
Takdir mutlak ketentuan Allah Ta'ala.
Tapi nasib, manusia yang mengusahakan.
Nasib orang rajin memang sulit ditebak, tapi nasib orang malas, gampang ditebak.
Mohon maaf,
Orang yang malas-malasan sepanjang tahun, pasti rezekinya berbeda dengan yang antusias sepanjang tahun.
Kenapa bisa beda?
Jawabannya karena *"Aktivitas hariannya beda"*
Jika kita rajin membaca, tentu pengetahuan kita akan berbeda dengan orang yang gak rajin baca.
Kalau kita tidur secukupnya, tentu produktifitasnya berbeda dengan yang banyak tidur.
Orang yang bangunnya jam 3 pagi, otomatis rezekinya gak bisa disamakan dengan yang bangun jam 10 pagi. .
Orang bijak sering berkata, _"Mau tau seperti apa hidupmu 5 tahun dari sekarang? Lihatlah yang kamu kerjakan hari ini"_
Hati-hati terhadap aktivitas harian kita.
Aktivitas harian, akan membentuk kebiasaan.
Yang ujungnya kebiasaan akan membentuk diri kita dimasa depan.
Mohon maaf,
Banyak pengusaha "berputar-putar" ditempat yang sama karena aktivitas hariannya itu-itu aja.
Karena itu,
Untuk yang ingin tahun 2019nya semakin baik, coba dimulai dengan mengganti aktivitas hariannya.
Jika merasa ada aktivitas hariannya yang kurang baik, ubah itu semua.
*Ketiga, Jika seseorang tidak bisa mengelola waktu dan nafsu, maka orang itu tidak bisa mengelola apapun*
Kami percaya, satu sifat yang perlu dimiliki seorang pengusaha adalah *"SABAR"*
Sabar saat berproses
Sabar ketika menunggu hasil
Sabar jika hasil yang didapatkan tidak sesuai keinginan.
Dan untuk bisa memiliki sifat itu, yang diatur pertama kali adalah waktu dan nafsu.
Jika 2 hal ini tidak dikelola dengan baik, maka semuanya akan berantakan.
Orang yang berhasil mengatur waktu dan nafsu, sebenarnya berhasil memimpin dirinya sendiri.
Setiap pengusaha adalah pemimpin dalam bisnisnya.
Kalau pemimpinnya kacau, maka bisnisnya ya kacau balau. . π
Atur waktu
Atur Nafsu
2 ini beres, insyaAllah urusan lainnya juga beres
Silahkan terapkan di 2019
*Keempat, Mental dulu, baru Teknis*
Para pemula bertanya-tanya bagaimana cara membuat dagangan laris.
Yang sudah tau cara jualan bertanya-tanya bagaimana caranya dapat hasil lebih banyak lagi.
Yang sudah dapat hasil banyak bertanya-tanya bagaimana agar semua itu bisa berjalan efektif.
Dari semua kebingungan ini, ada yang berhasil menemukan jawaban, ada yang tidak menemukan jawaban. Padahal sama-sama mencari.
Kenapa bisa seperti itu?
Jawabannya karena *"MENTALNYA BEDA"*
Jika ditanya, apakah ada yang ingin penjualan bisnisnya besar?
Semua pebisnis menjawab mau.
Tapi begitu ditanya lagi, apakah siap menjalani prosesnya?
Beberapa mundur satu persatu
Begitu yang tersisa diberi tahu caranya.
Ujung-ujungnya yang mengikuti hanya beberapa orang saja
Itulah mental.
Temui orang yang menurut Anda sukses banget dibidangnya, pelajari masa lalunya, maka Anda akan menemukan bahwa mereka adalah orang-orang dengan mental yang tidak biasa.
Mohon maaf,
Jangan sampai kita bermental kerupuk,
Yang dipukul sedikit langsung remuk
Jangan sampai kita bermental pemalas,
Maunya yang gampang-gampang saja
_*"Don't Expect More by Become Less"*_
Jangan berharap lebih, dengan menjadi kurang
Jangan meminta banyak, dengan memberi seadanya.
Jika ingin hasil yang lebih, lebihkan usaha kita. . .
_*"Don't Expect Extraordinary Income with Yesterday standart"*_
Jangan berharap penghasilan yang luar biasa, dengan standar kemarin
Kualitas 2018 telah berlalu, mari tingkatkan kualitas ditahun 2019
Ingatlah,
Bisnis hanya untuk orang-orang yang kuat, para pengusaha selalu berhadapan dengan ketidakpastian.
Semuanya mungkin terjadi, jangan cengeng, jangan banyak mengeluh
*Terakhir, Lingkungan mempengaruhi mindset, emosi, energi, bahkan rezeki*
Jika ada yang bertahun-tahun nasibnya gak berubah, coba ganti lingkungan, ganti kawan kumpul.
Gak perlu banyak, tapi pastikan 5 orang terdekat adalah orang-orang terbaik.
Kawan kumpul, selain mempengaruhi pola pikir, juga mempengaruhi energi, yang membuat rejeki menjauh atau mendekat.
Nasihat ini boleh diabaikan untuk yang pribadinya super strong alias tidak mudah terpengaruh, bahkan berpengaruh.
Tapi kalau binasa karena banyak membina, lebih baik ganti teman kumpulnya.
Dalam bisnis,
Kita hanya perlu ketemu dengan seseorang yang klik supaya bisa melesat. Jadi, tinggalkan tempat yang bikin kita tidak produktif.
Berubah, atau ikutan punah.
Bahasa kasarnya,
_"Kalau gak mengajakmu ke surga atau gak memberikanmu apa-apa, kenapa dipertahankan juga?"_
Semoga kita dimudahkan belajar dari 5 hal ini.
Akhir pesan ini, kami ingin katakan bahwa . . . .
Bukankah dunia itu melelahkan?
Karena itulah. .
Miliki kebiasaan untuk mengevaluasi diri.
Masih "on the track" kah keseharian kita?
Apakah yang kita lakukan mendekatkan kita kepadaNya, atau malah menjauhkan?
Apakah yang kita lakukan selama ini sudah sejalan dengan visi hidup kita?
Seperti petuah Umar bin Khatab.
Hisablah diri ini.
Muhasabahlah.
Kapan waktu yang baik untuk mengevaluasi?
Yang utama saat sepertiga malam setiap hari.
Jika tidak bisa, setiap akhir minggu.
Jika tidak bisa juga, Setiap akhir bulan.
Jangan mengejar dunia berlebihan, tidak akan pernah selesai.
Lakukan semaksimal mungkin, sempurnakan ikhtiar, syukuri hasilnya, evaluasi kurangnya, biarlah Allah Ta'ala yang mencukupkan kita.
Kita ini hanya hamba, bukan apa-apa tanpa kuasaNya.
Jangan mengeluh, karena mengeluh adalah signal kita meragukan kebesaranNya.
Terus bergerak. Fighting !
Buat yang masih berjuang, sukses adalah definisi ketika Allah Ridha dengan kita. Jangan diganti maknanya.
Sampai ketemu ditahun depan. . . π
_*Pesan dikirim dengan β€*_
... πππ
http://trenewss.com/agustohir
π https://bit.ly/2IUyArc