02/07/2026
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, mengapresiasi peningkatan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara mencapai 82,4 persen.
Sari menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan penilaian masyarakat terhadap berbagai perbaikan yang telah dilakukan Polri dalam beberapa waktu terakhir.
“Tentu saja, kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui narasi, tetapi melalui kerja nyata yang konsisten. Ketika masyarakat mulai merasakan perubahan dalam pelayanan, penegakan hukum, dan kehadiran negara melalui Polri, kepercayaan itu akan tumbuh secara alami,” ungkap Sari pada Sabtu (27/6/2026).
Ia berpendapat bahwa peningkatan kepercayaan publik tidak terlepas dari upaya Polri dalam menangani berbagai masalah yang menjadi perhatian masyarakat, seperti pemberantasan judi online, kejahatan siber, peredaran narkotika, serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selain itu, pengembangan layanan publik berbasis teknologi juga dianggap mempercepat dan meningkatkan transparansi dalam pelayanan kepolisian.
Sari juga menyoroti langkah Polri dalam melakukan pembenahan internal melalui penindakan terhadap anggota yang melanggar aturan. Menurutnya, akuntabilitas dan keberanian untuk menindak pelanggaran di dalam institusi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Dalam hal regulasi, ia berharap perubahan Undang-Undang Polri dapat menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan profesionalisme. Namun, ia mengingatkan bahwa kewenangan yang lebih besar harus diimbangi dengan integritas dan transparansi yang lebih tinggi.
Survei Litbang Kompas dilakukan pada 9–18 April 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan bahwa 82,4 persen responden yakin bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa depan, sementara 12,1 persen tidak yakin, dan 5,5 persen memilih untuk tidak menjawab.
Sari berharap Polri terus menjaga kepercayaan publik melalui reformasi yang berkelanjutan, pelayanan yang profesional, serta penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat.